SuaraJawaTengah.id - Nama-nama tokoh nasional terus dikaitkan dengan bursa calon presiden atau Capres 2024. Termasuk Ganjar Pranowo dan Airlangga Hartarto.
Mereka berdua disebut-sebut menjadi sosok yang pas untuk menggantikan Presiden Joko Widodo pada Pilpres 2024 mendatang.
Menyadur dari Solopos.com, Mantan Wakil Ketua Umum DPP Gerindra, Arief Puyuono, memakai ramalan Jayabaya sebagai patokan untuk melihat siapa sosok pengganti Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memimpin Indonesia.
Menurutnya, ramalan tersebut memberikan petunjuk yang dikaitkan dengan sosok Airlangga Hartarto dan Ganjar Pranowo.
Sampai saat ini Arief mengaku masih mempercayai ramalan dari Raja Kediri tersebut. Dalam ramalan yang tertulis di Serat Jangka Jayabaya, sang raja memberikan petunjuk bahwa seorang pemimpin yang adil memiliki nama dengan akhiran yang jika diakronimkan menjadi Notonegoro.
“Kalau masih bingung, ya namanya Notonegoro bisa jadi presiden di akhirannya (namanya)” kata Arif Poyuono di Jakarta, Minggu (5/12/2021), Rabu (8/12/2021).
Ramalan Jayabaya
Dalam ramalan Jayabaya atau biasa disebut Jongko Joyoboyo disebutkan pemimpin Indonesia adalah mereka yang mempunyai nama dengan akhiran Notonegoro. Dalam serat Jongko Jayabaya yang ditulis oleh Prabu Jayabaya tersebut, terdapat perhitungan atau ramalan mengenai pemimpin di Indonesia yang terkandung dalam kata ‘Notonegoro’. Noto bermakna menata sementara negoro berarti negara.
Seperti diketahui, selama ini ramalan Jayabaya hidup dalam kosmologi politik Jawa seiring dengan kepercayaan tentang Ratu Adil alias Satria Piningit. Menurut Arief, ramalan itu cocok dengan sosok presiden Indonesia sejak Sukarno hingga Joko Widodo. Semua presiden itu memiliki nama akhiran no.
Baca Juga: Semeru Erupsi, Ganjar Pranowo Minta Warga Sekitar Gunung Merapi Siaga
Sementara sosok BJ Habibie, Abdurrahman Wahid, dan Megawati Sukarnoputri tidak termasuk kategori Notonegoro karena mereka tidak memimpin Indonesia dalam waktu genap jabatan seorang presiden, yakni lima tahun.
“Kita lihat negara kita tahun 99-2004, apa yang terjadi? Maluku Utara bergetar, Poso bergetar, bom di mana-mana, ya karena pemimpin itu tidak ada di dalam Jongko Joyoboyo.” lanjut Arief.
Sosok yang kemudian masuk ramalan kembali kepada NO karena yang menjadi presiden setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono adalah Jokowi yang punya nama kecil Mulyono.
“Jokowi saat lahir nama aslinya Mulyono. Namun ibunya lalu mengganti nama jadi Joko Widodo. Jadi Jokowi masuknya di No, Mulyono,” kata Arief
Berdasarkan urutan Notonegoro dari Jangka Jayabaya tersebut, setidaknya kata Arief ada tiga nama Ganjar, Airlangga atau Gatot Numantyo. Dari tiga nama, ada dua yang masuk radar calon presiden potensial menurut survei.
“Hanya dua tokoh yang masuk Jongko Joyoboyo, Notonogoro sebagai penerus Jokowi. Yaitu Airlangga Hartarto dan Ganjar Pranowo,” kata Arief.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
Terkini
-
7 Fakta Menarik Tentang Karakter Orang Banyumas Menurut Prabowo Subianto
-
Honda Mobilio vs Nissan Grand Livina: 7 Perbedaan Penting Sebelum Memilih
-
7 Mobil Listrik Murah di Indonesia, Harga Mulai Rp100 Jutaan
-
7 Fakta Banjir dan Longsor Mengerikan yang Menghantam Kudus, 1 Korban Tewas!
-
Wujud Syukur 12 Tahun Perjalanan Perusahaan, Semen Gresik Gelar Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim