SuaraJawaTengah.id - Penderita HIV/AIDS (ODHA) harus mendapatkan perhatian yang lebih dari masyarakat maupun oleh pemerintah.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menginisiasi untuk memasukkan orang dengan HIV/AIDS (ODHA) sebagai salah satu yang berhak menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH).
"Nanti kami coba koordinasi dengan OPD terkait, karena mereka (ODHA) ternyata butuh, bagaimana mereka bisa masuk ke PKH," kata Wagub Jateng yang sering dipanggil Gus Yasin dikutip dari ANTARA di Semarang, Minggu (12/12/2021).
Wagub yang juga Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Jateng ini meminta para ODHA yang belum memiliki nomor induk kependudukan segera melapor agar rencana tersebut bisa segera direalisasikan.
Menurut Wagub, perlu ada solusi bagi ODHA yang ingin mengobati berbagai penyakit penyerta, sebab fasilitas perawatan dan pengobatan hanya ada di rumah sakit yang biayanya relatif mahal, sedangkan sebagian dari mereka tidak terdaftar BPJS Kesehatan.
Wagub berharap semua pihak mau bersinergi untuk menanggulangi berbagai permasalahan AIDS.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Yulianto Prabowo menambahkan pihaknya melakukan sinergi dengan pihak terkait guna menekan persebaran infeksi HIV/AIDS, karena estimasi kasus di Jateng mencapai 52.677 orang dengan kasus terkonfirmasi sebanyak 35.238 orang ODHA.
Ia menyebut semakin dini ODHA ditemukan, akan lebih cepat pula pengobatan yang dilakukan, sebab ketika terinfeksi penyakit ini, orang yang bersangkutan harus meminum obat seumur hidupnya.
Dinkes Jateng memperkirakan ada 52 ribu kasus HIV/AIDS, namun hingga saat ini baru ditemukan sekitar 72 persen dari angka tersebut.
Baca Juga: Penderita HIV/Aids Sumsel Bertambah saat Pandemi, 60 Persen Laki-laki
"Dengan kondisi itu, kami tidak pernah berhenti melakukan edukasi melalui berbagai media, bahkan edukasi mengenai bahaya penyakit itu juga disampaikan di sekolahan," ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
DPRD Jateng Soroti Jalur Maut Silayur Semarang: Tegakkan Aturan atau Korban Terus Berjatuhan!
-
Terinspirasi Candi Borobudur, Artotel Leguna 'Bayi Cantik' di Kota Magelang
-
BRILink Agen Mekaar Jadi Ujung Tombak Inklusi Keuangan di Komunitas
-
PSIS Semarang vs Kendal Tornado FC, Junianto: Kami Ingin Laga yang Menghibur
-
Bagi Dividen Jumbo, BRI Jaga Keseimbangan Imbal Hasil dan Ekspansi Bisnis