SuaraJawaTengah.id - Belakangan ini desainer ternama Ivan Gunawan tengah jadi sorotan usai memutuskan mengadopsi boneka spirit doll untuk dijadikan anak.
Boneka spirit doll atau kerap disebut boneka arwah tersebut Ivan Gunawan rawat layaknya bayi manusia. Alasan pria yang disapa Igun memilih mengadopsi boneka itu diyakini untuk mengusir rasa kesepian.
Kendati demikian, keputusan Igun mengadopsi boneka untuk dijadikan anak menuai pro dan kontra. Tak sedikit publik yang menganggap Igun mengalami gangguan psikologi. Sehingga berani melakukan hal gila tersebut.
Rupanya setelah Igun mengumumkan ke publik soal boneka spirit doll. Ternyata ada beberapa kalangan selebriti juga yang sudah melakukan hal serupa seperti Nora Alexandra, Lucinta Luna, Sarwendah.
Bahkan Soimah dan Celine Evangelista baru-baru ini turut mempopulerkan tren tersebut dengan ikut-ikutan mengadopsi boneka spirit doll untuk dijadikan anak.
Ramainya tren boneka diadopsi sebagai anak di kalangan selebritis turut dikomentari Buya Yahya. Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah Cirebon itu mengatakan dalam Islam membeli ataupun mengadopsi boneka untuk dijadikan anak tidak diperbolehkan.
"Dalam agama Islam urusan boneka bagi orang dewasa tidak ada perbedaan pendapat. Kalau anda beli boneka dalam bentuk manusia untuk orang dewasa itu tidak boleh," buka Buya Yahya melalui kanal YouTube Al-Bahjah TV.
"Untuk anak kecil tanpa ada embel-embel spirit doll atau lainnya masih diperbolehkan. Asalkan hanya sekedar boneka biasa," sambungnya.
Lantas Buya Yahya menjelaskan bahwa dalam Islam tidak ada keyakinan arwah bayi yang sudah meninggal dunia bisa dimasukkan ke dalam boneka.
Baca Juga: Akibat Terlalu Cantik dan Menggemaskan, Bayi Ini Sempat Dikira Boneka Arwah
"Tidak ada istilah arwah anak kecil masuk boneka itu tidak ada. Yang ada itu bangsa jin atau setan yang terkutuk. Adapun bayi-bayi yang meninggal sebelum baligh itu merupakan bayi-bayi yang dimuliakan walaupun dia anak orang yang tidak beriman," jelasnya.
"Itu bukan keyakinan dalam Islam. Mungkin dalam agama lain ada percaya masalah reinkarnasi. Jadi kita tidak boleh mencaci kepercayaan orang tersebut," tegasnya.
Dengan begitu, Buya Yahya meminta masyarakat yang beragama Islam yang terlanjur mempercayai boneka spirit doll untuk segera bertaubat dan tidak mempercayai hal tersebut lagi.
"Mungkin diantara kita ada yang belum tahu soal hukumnya. Kan Allah maha pengampun wahai hamba Allah. Mudah untuk taubat itu mudah, mungkin ada tetangga atau saudara anda yang sudah dewasa memiliki boneka seperti itu boleh diingatkan secara perlahan," tandasnya.
Sontak saja unggahan video tersebut langsung dibanjiri komentar warganet. Tak sedikit dari mereka yang memberikan tanggapan beragam.
"Mending adopsi anak tak mampu orang tuanya atau ke panti asuhan," ujar akun Yuni Masri**.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
DPRD Jateng Soroti Jalur Maut Silayur Semarang: Tegakkan Aturan atau Korban Terus Berjatuhan!
-
Terinspirasi Candi Borobudur, Artotel Leguna 'Bayi Cantik' di Kota Magelang
-
BRILink Agen Mekaar Jadi Ujung Tombak Inklusi Keuangan di Komunitas
-
PSIS Semarang vs Kendal Tornado FC, Junianto: Kami Ingin Laga yang Menghibur
-
Bagi Dividen Jumbo, BRI Jaga Keseimbangan Imbal Hasil dan Ekspansi Bisnis