SuaraJawaTengah.id - Politisi Partai Demokrat (PD) Susilawati baru-baru ini menuliskan pernyataan yang mengundang kontroversi di media sosial.
Perempuan yang menjabat di Departemen Luar Negeri dan Keamanan Nasional itu mengaku bersyukur dengan kekalahan Ketua Umum PD Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Pilkada DKI Jakarta 2017 yang lalu.
Menurutnya, kekalahan putra Susilo Bambang Yudhoyono di ajang Pilkada 2017 itu menunjukkan jika Partai Demokrat melakukan cara berkompetisi dengan baik.
"Bersyukur saat pilkada DKI 2017, AHY tidak menang. Itu membuktikan bahwa partai Demokrat sangat jauh dari politik identitas," kata Susilawati melalui akun twitternya.
Kemudian ia mengungkapkan terpilihnya Anies Baswedan sebagai Gubernur Jakarta berdampak besar terhadap dinamika politik saat ini.
Sebab saat itu masa pendukung Anies menggunakan isu agama atau politik identitas untuk menjatuhkan lawannya.
"Sejak itu hingga saat ini politik identitas sudah memakan banyak korban utama di medsos. Jika tidak dihentikan akan semakin membesar dan terjadi perpecahan anak bangsa. Harus segera diakhiri, karena itu bukan budaya kita sebagai bangsa yang kaya akan keberagaman kultur," jelasnya.
Selain itu, politik identitas juga berdampak buruk dan mengganggu pemerintah Presiden Joko Widodo dalam mengimplementasikan program kerjanya.
"Pemerintahan @jokowi juga terganggu akibat ricuhnya ruang nasional akibat politik identitas, pada akhirnya menyusahkan semua bangsa Indonesia," ungkapnya.
Baca Juga: Soal Figur untuk Pilkada DKI 2024, PDIP Bicara Peluang Risma, Gibran hingga Azwar Anas
"Jika situasi lebih tenang maka pembangunan yang masif oleh pemerintahan saat ini lebih terjaga dan terkontrol dengan baik agar berdampak kemajuan sesuai yang diharapkan," jelasnya.
Namun, cuitan Susilawati tersebut justru ditanggapi negatif oleh warganet. Tak sedikit dari mereka yang menganggap jika AHY memang belum pantas untuk memimpin DKI Jakarta.
"Kalah karena dianggap tidak mampu sebagai pemimpin DKI lebih tepatnya begitu, pakai ngeles yang lain. Introspeksi lagi kalau mau nyapres, mampu atau gak," ujar akun @BJY92346**.
"Gak ada Ahy, Ahok menang 1 putaran," tutur akun @AbdulHalim**.
"Ya karena tidak ada yang memilih itu lebih tepat nya bu," imbuh akun @Lembayung**.
"Setahu saya politik identitas bukan hal haram dalam ilmu politik. Wajar dan beralasan," sahut akun @jakapuja**.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 5 Sepatu Saucony Paling Nyaman untuk Long Run, Kualitas Jempolan
Pilihan
-
CORE Indonesia Soroti Harga Beras Mahal di Tengah Produksi Padi Meningkat
-
Karpet Merah Thomas Djiwandono: Antara Keponakan Prabowo dan Independensi BI
-
Dekati Rp17.000, Rupiah Tembus Rekor Terburuk 2026 dalam Satu Bulan Pertama
-
IHSG Tembus Rekor Baru 9.110, Bos BEI Sanjung Menkeu Purbaya
-
7 Rekomendasi HP Baterai Jumbo Paling Murah di Bawah Rp3 Juta, Aman untuk Gaming
Terkini
-
Usai OTT Bupati Sudewo, Pelayanan Publik di Kabupaten Pati Dipastikan Kondusif
-
Kunci Jawaban Matematika Kelas 4 Halaman 132: Panduan Belajar Efektif
-
Peringati HUT Ke-12, Semen Gresik Gelar SG Fun Run & Fun Walk di Area Greenbelt Pabrik Rembang
-
5 Fakta Dugaan Jual Beli Jabatan Perangkat Desa di Pati yang Menjerat Bupati Sudewo
-
OTT Bupati Sudewo, Gerindra Jateng Dukung Penuh Penegakan Hukum dari KPK