SuaraJawaTengah.id - Pria terduga perusak sesajen di lokasi bencana lahar dingin Gunung Semeru, diketahui pernah mengajar di Pesantren Masyarakat Merapi Merbabu, Kabupaten Magelang.
Wakil Direktur Bidang Pengembangan dan Pembangunan PM3, Ahsin Qolbaka mengatakan, pria yang diduga Hadfana Firdaus itu pernah mengajar kaligrafi dan teknik memperindah bacaan Alquran (tahsin).
“Bahwa memang jika yang disangkakan adalah Hadfana Firdaus itu memang betul orang itu, maka memang yang bersangkutan betul pernah mengajar di pesantren ini,” kata Ahsin Qolbaka saat ditemui di lokasi pesantren di Dusun Windusajan, Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, Senin (11/1/2022).
Hadfana diterima sebagai pengajar karena dinilai memiliki kemampuan dalam ilmu kaligrafi dan tahsin. Pesantren juga menerima istri Hadfana sebagai staf pengajar ilmu membaca Alquran.
Hadfana sempat mengajar di Pesantren Masyarakat Merapi Merbabu sejak tahun 2019 hingga November 2021. Hadfana diberhentikan karena dianggap terlalu sibuk dengan kegiatan lain di luar pesantren.
Sebelum mendapat fasilitas tempat tinggal dari pesantren, Hadfana dan istrinya mengajar pulang pergi (ngelaju) dari rumahnya di Yogyakarta.
“Yang bersangkutan sudah tidak mengajar di pondok per 1 Desember 2021. Surat (non aktif Hadfana) sudah kami keluarkan,” ujar Ahsin Qolbaka.
Selain terlalu sibuk berkegiatan di luar pesantren, Hadfana juga dinilai kurang bersosialisasi dengan warga sekitar. Dia jarang terlibat pengajian rutin Ahad pagi yang diadakan warga dan pengurus pesantren.
“Jadi pas kajian Ahad pagi itu jarang gabung. Bahkan pernah ditanyakan salah satu jemaah, ini kemana istrinya Ustaz Hadfana Firdaus?,” tuturnya.
Baca Juga: Keluarga Didatangi Polisi, Penendang Sesajen di Gunung Semeru Kuliah di Jogja
Padahal Pesantren Masyarakat Merapi Merbabu memiliki program mendekatkan diri dengan masyarakat sekitar. Santri putra dewasa dan pengurus, shalat berjamaah di masjid yang berada di luar kompleks pesantren.
“Yang bersangkutan pas shalat ya ke masjid, tapi jarang. Kalau kami ketemu jamaah itu ya bisa maghrib sampai Isya. Bahkan bisa lanjut lagi kadang silaturahmi ke rumah warga,” ujar Ahsin.
Setelah dinonaktifkan, Hadfana Firdaus jarang terlihat di sekitar pesantren. Komunikasi kemudian putus sehingga pengurus pesantren tidak bisa lagi menghubungi Hadfana.
“Kita lost kontak dan betul-betul posisi dimana sekarang tidak tahu. Seumpama kita tahu saja, satu hal yang ingin kami sampaikan agar segera ambil tindakan. Kalau memang salah ya segera meminta maaf. Kalau harus mengikuti prosedur, ya segera diikuti,” paparnya.
Hadfana Firdaus diduga menjadi pelaku perusakan sajen di lokasi bencana banjir lahar dingin Gunung Semeru. Dalam rekaman video, Hadfana terlihat menendang sajen ke dalam tubing bekas aliran lahar dingin.
Bupati Lumajang, Thoriqul Haq mengecam tidakan pria tersebut. Dia melaporkan kasus ini ke Polres Lumajang dan meminta pelaku segera ditangkap.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
UNDIP dan Bhimasena Power Luncurkan Produk Hilirisasi Riset AFA dan APR
-
Bukan Sekadar Pintar, Ini Tantangan Terberat Pemimpin Muda di Era Digital Menurut Gus Yasin
-
Tragedi Porprov Jateng 2026: Dua Atlet Berprestasi Meninggal Dunia, Polisi Periksa Keterangan Dokter
-
Bukan Cuma Hiburan, Sarif Abdillah Sebut Kesenian Tradisional Simpan Petuah Penting
-
Konflik PPP Memanas, Mardiono Depak Waketum Agus Suparmanto dan Taj Yasin