Pada hari-hari tertentu, klenteng ini mengadakan berbagai upacara keagamaan yang banyak menarik pengunjung untuk datang. Namun, semenjak pandemi pengurus klenteng hanya menggelar acara peribadatan.
"Biasanya kalau Imlek acara besar, namun karena massih pandemi ya jadi kita fokus ibadah," paparnya.
Perayaan Imlek tahun ini, klenteng tertua di Kota Semarang itu memberlakukan pembatasan. Pihaknya hanya memperbolehkan pengunjung yang masuk klenteng hanya 50 persen untuk antisipasi penyebaran Covid-19.
"Dengan kapasitas 100 orang di dalam klenteng, Yayasan Tay Kak Sie akan memberlakukan 50 persen kapasitas ruangan," ujarnya.
Untuk mengantisipasi membeludaknya jumlah umat yang akan bersembahyang, pihaknya akan melaluka pembatasan.meski bukan klenteng terbesar, tiap kali perayaan Imlek klenteng tersebut banyak pengunjung.
"Klenteng Tay Kak Sie bukan kenteng terbesar di Kota Semarang, namun punya altar terbanyak dibanding Klenteng lainya," paparnya.
Kontributor : Dafi Yusuf
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
Terkini
-
Jaga Sumber Air dari Hulu hingga ke Hilir, AMDATARA Tanam 250 Mangrove di Pesisir Jateng
-
Perempuan Berkebutuhan Khusus Tewas Terpanggang saat Rumahnya Terbakar
-
Kiper Juara Liga 1 Merapat! PSIS Semarang Datangkan Reky Rahayu
-
121 Juru Parkir Semarang Menunggak Setoran, PAD Rp280 Juta Terancam Melayang
-
Kualitas Aset Membaik, JPMorgan Naikkan Rekomendasi Saham BBRI Menjadi Overweight