SuaraJawaTengah.id - Pandemi COVID-19 tak membuat pelaku usaha di Jawa Tengah menyerah. Contohnya realisasi ekspor di Kota Pekalongan bisa melampaui target.
Realisasi ekspor Kota Pekalongan, selama 2021 menembus Rp435,7 miliar atau sekitar 30,262 juta dolar AS, melampaui target yang ditetapkan sebesar 26,18 juta dolar AS.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kota Pekalongan Budiyanto, mengatakan bahwa realisasi nilai ekspor pada 2021 memang terjadi kenaikan sekitar 4 juta dolar AS atau sekitar Rp57,6 miliar dari target yang ditetapkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026.
"Pencapaian nilai ekspor ini diperoleh dari 21 eksportir, bahkan beberapa di antaranya memproduksi dan melakukan ekspor dua kali lipat khususnya di semester dua 2021," kata Budiyanto dikutip dari ANTARA di Pekalongan, Jumat (21/1/2022).
Baca Juga: Catat Kenaikan 36,1 Persen, AHM Perkuat Kontribusi Ekspor Motor Indonesia
Ia mengatakan sebanyak 21 eksportir ini tentu sudah memenuhi syarat untuk melakukan ekspor seperti harus memiliki izin dan terdapat showroomnya sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Adapun 21 eksportir tersebut, kata dia, bergerak di sektor frozen food, sarung batik, kain tenun, sarang burung walet, gondorukem, piyama, hingga rumput laut.
"Kami terus berupaya mendampingi pelaku UMKM yang berpotensial untuk melakukan ekspor agar usaha mereka lebih berkembang dan bisa melakukan kegiatan ekspor secara mandiri," katanya.
Budiyanto mengaku, meski pencapaiannya ekspor melampaui target namun ada sejumlah UMKM yang terhenti melakukan ekspor di semester kedua karena adanya kebijakan pembatasan di negara tujuan akibat di tengah masa pandemi COVID-19.
seperti hal CV Ridaka yang memproduksi kain tenun bahan alam terpaksa harus berhenti mengekspor ke sejumlah negara di Asia, Eropa, dan Australia.
Baca Juga: Gapkindo Sumsel: Dua Pabrik Berkapasitas 6.000 Ton per Bulan Gulung Tikar
Kemudian, PT Raveena Garmenindo dengan komiditi sarung batik ke negara Arab, PT Ade Mas Perdana komiditi produknya Shisa brikette ke Jepang, PT Hanjaya produksinya sarang burung walet ke Hongkong.
Berita Terkait
-
Tarif Trump 32 Persen Ancam Industri Padat Karya, Jutaan Pekerja Bakal Terdampak PHK?
-
Trump Telah Picu Perang Dagang, Ini Dampaknya Bagi Indonesia
-
UMKM Indonesia Tebar Pesona di AS dengan Dukungan BRI, Bawa Pulang Puluhan Miliar
-
Kopi Asal Lampung Mendunia, PPI Genjot Ekspor ke Mesir
-
UMKM Indonesia Go Global! BRI Antarkan Produk Lokal Raup Potensi Rp28 Miliar di Amerika
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Demi Jay Idzes Merapat ke Bologna, Legenda Italia Turun Gunung
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
Terkini
-
Habbie, UMKM Minyak Telon Binaan BRI Tampil dengan Prestasi Keren di UMKM EXPO(RT) 2025
-
Operasi Ketupat Candi 2025: Kapolda Jateng Kawal Kenyamanan Pemudik di Jalur Solo-Jogja
-
Terapkan Prinsip ESG untuk Bisnis Berkelanjutan, BRI Raih 2 Penghargaan Internasional
-
Pemudik Lokal Dominasi Arus Mudik di Tol Jateng, H+1 Lebaran Masih Ramai
-
Koneksi Tanpa Batas: Peran Vital Jaringan Telekomunikasi di Momen Lebaran 2025