SuaraJawaTengah.id - Belasan siswa sekolah di Kabupaten Banjarnegara, terpapar COVID -19 saat mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM).
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banjarnegara, dr. Latifa Hesti Purwaningtyas mengatakan, sejak penerapan PTM 100 persen dilaksanakan di Banjarnegara, pihaknya melakukan pemantauan dengan melakukan testing rapid di sekolah sekolah.
"PTM sudah kita mulai, tapi apapun itu kita waspada. Kita mengadakan testing dengan rapid di sekolah," jelas dia, Jumat (28/1/2022)
Belum lama ini, hasil testing tersebut menunjukkan sebanyak 12 siswa di Banjarnegara terpapar COVID-19. Untuk selanjutnya, pihak dinkes melakukan tes PCR untuk memastikan hasil rapid tersebut.
"Setiap sekolah kita ambil 100 sampel, ada yang positif sekitar 12 siswa, kita pastikan dulu dengan tes PCR, karena ini baru rapid,"papar dia.
Dari 12 siswa tersebut, lanjutnya, sebagian besar adalah tanpa gejala. Pihaknya menegaskan, sambil menunggu hasil PCR, untuk sementara 12 siswa tersebut melakukan isolasi mandiri dan sekolah wajib menerapkan protokol kesetahan yang ketat.
"Sebagian besar tanpa gejala, jadi sambil menunggu sementara isolasi mandiri dan pastikan sekolah menerapkan prokes," ujar dia.
12 siswa tersebut adalah hasil dari testing di empat sekolah. Tiap tiap sekolah diambil sebanyak 100 sampel rapid.
"Itu dari 4 sekolah yang sudah di cek, setiap hari kami turun ke sekolah, masing masing sekolah diambil 100 sampel," sambung dia.
Baca Juga: Minta Penutupan 90 Sekolah Di Jakarta, KSP: Jangan Panik Berlebihan
Menurut dia, apabila hasil PCR menyatakan 12 sampel tersebut positif, maka sebaiknya PTM kembali menerapkan pembatasan.
"Kalau dengan PCR positif mungkin 50-70 persen dulu yang masuk sekolah, tapi kalau negatif maka sekolah berlanjut tapi tetap prokes," kata dia.
Terpisah, PLH Bupati Banjarnegara, Syamsuddin menanggapi, apabila terdapat kasus COVID -19 dalam lingkup sekolah maka sebaiknya melakukan isolasi mandiri. Sementara untuk PTM, menurut dia masih harus dikaji ulang.
"Ketika dalam kondisi yang bersangkutan tidak gawat maka isolasi mandiri, tapi kalau gawat maka langsung isoter. Untuk PTM adalah salah satu hal yang perlu dikaji ulang," pungkas dia.
Kontributor : Citra Ningsih
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Desain Final Stadion Kendal Tornado FC Dirilis, Pembangunan Dimulai Tahun Depan
-
Buntut Penggeledahan "Ponpes" di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak
-
Ancaman Megathrust di Wisata Jateng, Sarif Abdillah Desak Hotel dan Destinasi Punya Standar Mitigasi
-
Bikin Bangga Indonesia! Inovasi Kelas Dunia Antarkan Semen Gresik Raih 4 Bintang di APQO 2026
-
BRI Raih Empat Penghargaan, Dorong UMKM Naik Kelas dan Makin Berdaya