SuaraJawaTengah.id - Beredar unggahan video lawas yang memperlihatkan penyamaran Habib Novel Alaydrus menjadi jemaah di acara pengajiannya menuai perhatian publik.
Momen mengharukan tersebut diketahui dari unggahan video di kanal youtube Al-Bahjah TV, Selasa (01/02/2022).
Dalam video singkat itu mulanya menayangkan acara pengajian Buya Yahya di Cirebon, Jawa Barat. Memasuki sesi pertanyaan, Buya Yahya pun mempersilahkan jemaahnya untuk bertanya.
Tak disangka, pada saat itu jemaah yang bertanya kepada Buya Yahya ternyata bukan jemaah biasa. Jemaah yang duduk dipojokan dan mengenakan pakaian serba putih ini ternyata seorang keturunan Nabi Muhammad SAW asal Kota Solo.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Nama saya Novel Muhammad bin Alaydrus. Kebetulan saya dari Solo," ujar Habib Novel Alaydrus.
Mengetahui jemaahnya yang bertanya bukan sosok sembarangan. Buya Yahya pun langsung menghampiri dan mencium tangan Habib Novel Alaydrus.
"Lailahaillallah, Masya Allah, Habina," kata Buya Yahya.
Setelah mencium tangan Habib Novel Alaydrus, Buya Yahya langsung mengajak ulama berusia 46 tahun itu ke depan untuk duduk bersamanya.
Berdasarkan penelusuran video lengkapnya pada pada tahun 2019 yang lalu. Buya Yahya sangat bahagia bisa bertemu dengan Habib Novel Alaydrus.
Baca Juga: Merinding! Tak Kuasa Nahan Rindu, Habib Syech Nangis Ingin Ketemu Ganjar Pranowo
"Ada ulama besar, ada ulama besar, Habib dari Solo, Habib Novel. Kita hari ini belajar ilmu tasawuf kepada seorang ulama besar dzuriah Nabi yang duduk di belakang, kalah kita semua," ungkap Buya Yahya kepada jemaahnya.
Setelah kedua ulama kharismatik tersebut duduk, Habib Novel kemudian melontarkan pertanyaan kepada Buya Yahya mengenai persoalan hubungan suami istri.
"Saya panggil Buya Yahya ustaz, karena beliau ustaz saya di pondok. Beliau kebetulan masih punya hutang kepada saya. Sebenarnya malam ini saya mau menagih hutang sekaligus bertanya," papar Habib Novel.
"Jadi dulu itu tahun 1995, beliau pernah janji ke saya mau kasih telur puyuh kalau mampir ke Blitar. Nah, ini saya nagihnya ke Cirebon. Lalu saya mau tanya, kalau ada suami yang dibenaknya menggauli wanita lain dalam benaknya. Ternyata itu istrinya sendiri termasuk zina atau tidak ustaz," sambung Habib Novel.
Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, nampak Buya Yahya tak kuasa menyembunyikan kebahagiaanya. Ia terus-menerus mengucapkan syukur karena bisa dipertemukan dengan Habib Novel Alaydrus.
"Masya Allah, ada Habibana, hari ini kita diberi nikmat luar biasa dengan kedatangan beliau. Mau di jawab tidak ini Habibana, sebenarnya antum sudah tau jawabannya. Jadi hukumnya tidak zina dan tidak dikenai had secara dhohir. Akan tetapi dalam niatnya sudah berzina dan dihadapan Allah berdoa. Tinggal dia bertaubat dan banyak beristigfar," jawab Buya Yahya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Implementasi Tambang Berkelanjutan, PT Semen Gresik Sabet Penghargaan GMP Award Jawa Tengah 2026
-
Spesialis Promosi! Widodo C. Putro Resmi Arsiteki PSIS Semarang di Liga 2, Target Wajib Balik Liga 1
-
Waspada! BRI Tegaskan Pengajuan KUR Tidak Bisa Online Lewat Link, Jangan Terjebak Penipuan
-
Resmi Jadi Ketua Pengprov Muaythai Jawa Tengah, Yohan Mulia Legowo Kebut Berbagai Kejuaraan
-
Viral Curhatan Perempuan di Sleman Jadi Tersangka Usai Diputus Pacar Oknum Polisi, Kok Bisa?