SuaraJawaTengah.id - PT Semen Gresik (PTSG) melaksanakan program pemberdayaan masyarakat Semen Gresik Sahabat Petani (SGSP) untuk petani di enam desa sekitar perusahaan. Program ini melibatkan 361 petani sanggem atau penggarap lahan yang difasilitasi untuk mengelola lahan milik PT Semen Gresik seluas 119,25 hektar.
Kepala Unit Komunikasi dan CSR PTSG, Dharma Sunyata menandaskan, gagasan besar SGSP adalah untuk mengoptimalkan pemanfaatan Sumber Daya Alam yang memberikan nilai tambah secara ekonomi serta peningkatan kapabilitas SDM masyarakat sekitar perusahaan.
''SGSP merupakan bukti komitmen Semen Gresik dalam mendukung upaya pemberdayaan masyarakat dan percepatan kedaulatan pertanian lokal. Harapannya, masyarakat mengelola lahan pertanian secara optimal dengan hasil bernilai ekonomis tinggi,'' kata Dharma, dalam siaran persnya, Jumat (4/2/2022).
Ditambahkan Dharma, SGSP merupakan bagian dari desain besar harmonisasi industri dengan lingkungan melalui integrated farming. Program tersebut sudah terealisasi melalui pembangunan Edupark di area pabrik.
Menurut Dharma, Edupark yang dibangun di luas lahan 1,6 Hektare, selain destinasi wisata, tempat ini juga untuk pemberdayaan masyarakat. Di lokasi ini terdapat aneka hewan ternak, ikan hingga ragam sayuran seperti bayam, kangkung, sawi, selada, kacang panjang, terong hingga sereh yang telah dimanfaatkan baik dikonsumsi sendiri maupun dijual.
Di bagian lain, anggota SGSP Sungkono mengaku sangat terbantu karena perusahaan persemenan di Rembang ini melalui program CSR memfasilitasinya dengan menyediakan lahan untuk bertanam. Bukan hanya lahan, perusahaan juga mendukung pesanggem lewat pemberian bibit jagung gratis sekitar 7 kg, dan menerjunkan local hero untuk setiap saat mendampingi para petani.
''Kami sudah lama menanam jagung di sini. Sejak dulu naluri saya mengatakan, pabrik semen ini tak akan membiarkan para petani sendiri. Melalui program SGSP, perusahaan membantu kami mengelola lahan agar hasilnya maksimal,'' kata Sungkono.
Kehadiran SGSP dalam upaya meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen petani sanggem, mendapatkan apresiasi dari tokoh agama dan sesepuh masyarakat Desa Timbrangan, Achmad Achid. Menurut Mbah Achid, sapaan akrabnya, aktivitas bisnis PTSG telah menciptakan multplier effect atau dampak ikutan bagi desa-desa sekitar seperti Timbrangan, Kajar, Tegaldowo, Pasucen, Kadiwono dan Ngampel (Kabupaten Blora).
‘’Dampak positifnya ada. Pengaruhnya langsung dirasakan. Sebagai penasihat SGSP, Semen Gresik itu membuat ekonomi dan kesejahteraan warga yang mayoritas petani itu meningkat. Indikatornya ada, salah satunya lantai rumah warga banyak yang berubah dari tanah menjadi keramik,’’ katanya.
Baca Juga: Bangun Akses Air Bersih di Wilayah Ring 1, Semen Gresik Komitmen Gerakkan Potensi Ekonomi Desa
Diakuinya, sebuah perusahaan disebut peduli jika memiliki tiga program yang menyentuh langsung ke masyarakat, yaitu sosial ekonomi, sosial kemasyarakatan, dan pemberdayaan. Program itu ada semua pada PTSG.
Berita Terkait
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
- Bisakah Bedak Marcks dan Air Mawar Viva untuk Mengunci Makeup? Begini Caranya
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Semarang Diprakirakan Cerah Berawan, Hujan Berpotensi Turun Sore Nanti
-
Perkuat Kepercayaan Investor, BRI Siapkan Buyback Saham Tahap II Rp1 Triliun
-
Hari Santri, PKB Jateng Perkuat Gerakan Sosial hingga Dorong UMKM Naik Kelas
-
Antisipasi Karhutla Susulan, Pemprov Jateng Minta Seluruh Jalur Pendakian Gunung Ditutup Sementara
-
Dua Tahun Prabowo-Gibran, Mahasiswa Semarang Suarakan Lima Tuntutan hingga Malam