SuaraJawaTengah.id - Beredar rekaman video di media sosial, satir pemisah jamaah laki-laki dan perempuan di Masjid Muqorrobien, Kecamatan Grabag, bergeser tanpa sebab. Beragam spekulasi muncul menanggapi kejadian tersebut.
Marbot sekaligus petugas keamanan, Akhmad Syafii mengatakan, satir bergeser sendiri pada Selasa (8/2/2022), sekitar pukul 11.01 WIB. Bergesernya satir terekam kamera CCTV yang terpasang di sisi tenggara masjid.
Syafii mengaku sempat melewati satir yang diletakkan di sisi utara beranda masjid. Saat itu dia baru selesai menjalankan tugas memutar rekaman murotal dan membuka semua pintu masjid sebelum masuk waktu shalat dhuhur.
"Sebelum waktu dhuhur saya membuka pintu-pintu masjid. Setelah itu saya lewat sini keadaan masih tenang,” kata Syafii di beranda Masjid Muqorrobien, Senin (14/2/2020).
Baca Juga: Wow! Tunjukan Toleransi, Gereja di Magelang Gelar Misa Imlek 2573
Syafii kaget begitu melihat layar monitor CCTV di pos keamanan menunjukkan posisi satir sudah berpindah tempat.
“Saya masuk pos lihat CCTV kok tahu-tahu satirnya sudah bergeser sendiri. Saya putar ulang CCTV, ternyata betul," ucapnya.
Rekaman bergesernya satir Masjid Moqorrobien diunggah akun IG @kotamagelang.id. Beragam komentar muncul menanggapi unggahan tersebut.
Ada yang mengaitkan kejadian tersebut dengan aktivitas makhluk astral. Pendapat lainnya menyebut satir bergeser karena saat kejadian sedang terjadi angin kencang di seputaran Grabag.
Ada kemungkinan satir bergeser karena tertiup angin. Apalagi posisi satir berada di pinggir gang kecil yang diapit oleh bangunan masjid dan rumah tingkat.
Baca Juga: Pasien Covid-19 Magelang Tambah 56 Orang dalam 2 Hari, Isoter Disiagakan untuk Lansia dan Komorbid
Tekanan udara pada jalur yang sempit (bottle neck) bisa saja menimbulkan angin yang mampu mendorong satir. Tapi dibutuhkan angin berkekuatan besar, sebab satir berbahan kayu ini berbobot lebih dari 20 kilogram.
“Kalaupun (disebabkan) ada makhluk selain manusia, ya bisa saja. Mungkin itu angin, ya bisa juga. Tapi saya tidak bisa menyatakan persis itu apa. Saya tidak tahu," ujar dia.
Masjid Muqorrobien dipantau 16 kamera CCTV dari berbagai sudut. Jika bergesernya satir sejauh sekitar 5 meter karena disengaja oleh manusia, pasti tindakan tersebut tertangkap kamera pengawas.
Teori bahwa satir bergeser karena tiupan angin menyisakan kejanggalan. Sebab pada rekaman CCTV tampak saat kejadian, seorang perempuan melintas persisi di samping satir yang sedang bergerak.
Perempuan itu tidak menyadari satir sedang bergerak. Dari rekaman CCTV tidak tampak rambut maupun baju perempuan tersebut bergerak ditiup angin.
Masjid Moqorrobien tepatnya berada di Dusun Krajan 1, Desa Grabag, Kecamatan Grabag. Masjid ini lebih dikenal warga dengan sebutan Masjid Kauman.
Seperti kebiasaan penamaan tempat di Jawa, kawasan Kauman merujuk pada tempat tinggal para ulama atau pusat aktifitas ibadah Islam. Masjid Kauman sendiri dulu dikenal sebagai masjid jam’i atau masjid besar di Grabag.
Akhmad Syafii mengaku tidak mengetahui berapa persisnya usia dari Masjid Muqorrobien. “Saya kalau masalah usia masjid kok nggak tahu persis ya. Kalau 100 tahun mungkin lebih," paparnya.
Sayang setelah melalui 4 kali pemugaran dan renovasi, masjid ini sudah kehilangan bentuk aslinya. Satu-satunya peninggalan masjid kuno adalah ukiran kayu jati berhuruf Arab dan Jawa kuna yang diletakkan di atas pintu masuk utama.
Menurut Syafii, ukiran itu menunjukkan angka tahun berdirinya Masjid Kauman. Tapi hingga saat ini belum ada orang yang bisa menerjemahkan kalimat dalam ukiran kayu tersebut.
“Itu menunjukkan tempat dan tanggal pembangunan masjid. Tapi ditulis pakai bahasa Jawa kuna. Orang sini nggak ada yang bisa mengartikan. Itu tanggal berdirinya masjid tapi nggak ada yang bisa baca,” ujar Syafii.
Kontributor : Angga Haksoro Ardi
Berita Terkait
-
Harga Tiket Masuk Candi Borobudur 2025, Lengkap dengan Cara Belinya Lewat Online!
-
3 Jalur Alternatif Mudik ke Magelang Tanpa Macet dari Semarang, Jogja dan Purwokerto
-
Masjid Tertua di Kulonprogo Ini Didirikan Puro Pakualaman, Apa Istimewanya?
-
Koar-koar Efisiensi, Mendagri Tito Sebut Dana Retret Rp13 M Bentuk Investasi: Kalau Gak Efisien Kasihan Rakyat
-
Retret Magelang Dilaporkan ke KPK, Mendagri Tito soal PT Lembah Tidar: Kami Tak Peduli Siapa Pemiliknya, Terpenting...
Tag
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
Terkini
-
Ini 7 Amalan Bulan Syawal yang Dianjurkan untuk Dilakukan
-
Jadwal dan Keutamaan Puasa Syawal 2025: Sampai Kapan Kita Bisa Berpuasa?
-
Jangan Paksakan ke Rest Area saat Arus Balik, Ini Tips Istirahat Aman dan Nyaman dari Kapolri
-
Tak Hanya THR, Desa Wunut Tunjukkan Kepedulian Nyata Lewat Jaminan Sosial
-
Nikmati Libur Lebaran, Ribuan Wisatawan dari Berbagai Daerah Ramaikan Saloka Theme Park