SuaraJawaTengah.id - Video ceramah ustaz Khalid Basalamah soal mengharamkan dan memusnahkan salah satu budaya Indonesia yakni wayang masih saja ramai diperbincangkan.
Kekinian, beredar unggahan video di sosial media ustaz Khalid Basalamah dijadikan karakter wayang oleh seorang dalang. Bahkan karakter wayang ustaz Khalid Basalamah itu sampai diamuk oleh Prabu Balodewo.
Unggahan video ustaz Khalid Basalamah dijadikan karakter wayang tersebut salah satunya diketahui dari akun twitter @pgmoraaji, Minggu (20/02/22).
Dalam unggahan video berdurasi 17 detik itu menampilkan seorang dalang tengah memainkan karakter wayang ustaz Khalid Basalamah dengan Prabu Balodewo.
Terpantau jalan cerita dalam pagelaran wayang tersebut memperlihatkan karakter wayang ustaz Khalid Basalamah tengah dimarahi dan dihajar oleh Prabu Balodewo.
Diduga sang dalang memang sengaja memainkan lakon tersebut sebagai bentuk kemurkaan terhadap ucapan ustaz Khalid Basalamah yang mengharamkan wayang.
"Rumangsamu Bolodewo bantenge tanah Jowo arep mbok usik-usik. Amardhikane arep mbok ganggu cangkemu iki cangkem opo," ujar seorang dalang.
"Yen kowe ra seneng wayang ra sah kakean cangkem kowe. Rumangsamu arep dadi opo kowe. remuk-remuk, ayo diremuke," sambung dalang tersebut sembari menghajar karakter wayang ustaz Khalid Basalamah.
Berdasarkan keterangan tertulis akun tersebut, pagelaran wayang itu diselenggarakan oleh Gus Miftah di Pondok Pesantren Ora Aji, Kabupaten Sleman pada Jumat (18/02/2022) yang lalu.
Baca Juga: Jauh Sebelum Polemik Ustaz Khalid Basalamah, Ulama Besar Nusantara Ini Juga Haramkan Wayang
Namun unggahan video tersebut justru di komentari negatif oleh para warganet. Karena mereka menganggap hal tersebut sebagai ujaran kebencian.
"Pantes ada yang berpendapat lebih baik ditinggalkan, wong ternyata 'wayang syiar islam" sekarang isinya begini," celetuk akun @FdrNau**.
"Dalang yang menghina ustadz Khalid itu sejatinya ia sedang menghinakan dirinya sendiri. Sungguh perilaku yang jahil," tutur akun @JokoSap817727**.
"Itu serius wayang dengan bahasa kasar kayak gitu ditampilkan di ponpes," heran akun @AimanAbdur**.
"Kalau wayangnya modelan begini ya jelas haram hukumnya," sahut akun @mzahid**.
"Baru paham apa yang dibilang presiden jancukers: sejatinya yang meributkan masalah ini ya emang gak beneran cinta wayang, malah merusak," timpal akun @Reza_M6**.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Heboh Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Pati, Bapak dan Kakak Tiri Jadi Pelaku
-
Jangan Tunggu Korban Berjatuhan! Sarif Abdillah Desak Pemda Ubah Total Cara Tangani Bencana
-
UNDIP dan Bhimasena Power Luncurkan Produk Hilirisasi Riset AFA dan APR
-
Bukan Sekadar Pintar, Ini Tantangan Terberat Pemimpin Muda di Era Digital Menurut Gus Yasin
-
Tragedi Porprov Jateng 2026: Dua Atlet Berprestasi Meninggal Dunia, Polisi Periksa Keterangan Dokter