SuaraJawaTengah.id - Pandemi COVID-19 sudah berlangsung selama dua tahun di Indonesia. Masyarakat pun terus berharap penyebaran wabah bisa segara berakhir dan kehidupan kembali normal.
Pengamat kebijakan publik dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Dr Slamet Rosyadi mengatakan peningkatan cakupan vaksinasi menjadi salah satu kunci untuk menuju endemi COVID-19.
"Perlu dipastikan apakah target vaksinasi, minimal untuk dosis kedua telah terlampaui, jika belum, perlu menjadi prioritas utama sebagai salah satu kunci menuju endemi COVID-19," kata Slamet dikutip dari ANTARA di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jumat (4/3/2022).
Pengajar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unsoed itu menambahkan perlu strategi dan ukuran yang jelas untuk mengubah status pandemi COVID-19 menjadi endemi.
"Selain upaya meningkatkan cakupan vaksinasi, yang harus diperhatikan adalah membudayakan protokol kesehatan dan gaya hidup bersih dan sehat di tengah masyarakat," katanya.
Menurut dia, perilaku hidup bersih dan sehat harus menjadi gaya hidup masyarakat guna mendukung strategi untuk mengubah status pandemi COVID-19 menjadi endemi.
Yang tidak kalah penting, kata dia, adalah memaksimalkan unit layanan preventif dan kuratif yang mudah diakses oleh masyarakat.
"Pemerintah perlu mengoptimalkan layanan preventif dan kuratif sebagai salah satu upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus mendukung strategi menuju endemi COVID-19," katanya.
Sementara itu, ahli epidemiologi lapangan dari Fakultas Kedokteran Unsoed dr. Yudhi Wibowo mengatakan bahwa pertimbangan aspek kesehatan, saintifik hingga aspek sosial dan ekonomi juga menjadi salah satu kunci menuju endemi COVID-19.
Baca Juga: Ingin Pandemi Berubah Jadi Endemi, Kolaborasi Lintas Sektor Wajib Dilakukan
"Strategi yang dilakukan secara bertahap untuk menjadi endemi perlu diiringi prosedur yang menyeluruh agar semua aspek bisa berjalan berimbang," katanya.
Dia juga mengingatkan bahwa masyarakat perlu berperan aktif mendukung percepatan program vaksinasi guna mencegah penyebaran COVID-19.
"Masyarakat harus berperan aktif, salah satu caranya bagi yang belum vaksin segera mendaftarkan diri," katanya.
Dia mengatakan percepatan vaksinasi penguat atau dosis ketiga juga harus dilakukan secara intensif, terutama pada kelompok lansia dan kelompok rentan lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- 5 Sampo Penghitam Rambut yang Tahan Lama, Solusi Praktis Tutupi Uban
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 4 Bedak Wardah Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan
- Bukan Sekadar Wacana, Bupati Bogor Siapkan Anggaran Pembebasan Jalur Khusus Tambang Tahun Ini
Pilihan
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
Terkini
-
Tragedi Gunung Slamet: Syafiq Ali Ditemukan Tewas Setelah 16 Hari Pencarian Dramatis
-
Sebelum Dipulangkan Syafiq Ali Pendaki Hilang di Gunung Slamet akan Diautopsi di Pemalang
-
9 Fakta Mengerikan di Balik Kerusuhan Iran: Ratusan Tewas, Ribuan Ditangkap, dan Ancaman Militer AS
-
Suzuki Karimun 2015 vs Kia Visto 2003: Pilih yang Lebih Worth It Dibeli?
-
Banjir Lumpuhkan SPBU Kudus, Pertamina Patra Niaga Sigap Alihkan Suplai BBM Demi Layanan Optimal