SuaraJawaTengah.id - Hujan abu akibat awan panas guguran Gunung Merapi, Kamis (10/3/2022) menyebabkan petani cabai di Desa Paten, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang terancam gagal panen.
Hujan abu intensitas ringan hingga sedang dilaporkan terjadi di Desa Paten, Sengi, dan Krinjing, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang. Wilayah paling parah terkena dampak hujan abu berada di Desa Paten.
Abu vulkanik tampak menempel pada daun-daun dan tanaman sayuran milik warga. Sejumlah sayuran tampak layu dan rebah karena tidak kuat menahan bobot abu.
Warga Dusun Babatan I, Desa Paten, Nur Yamni mengatakan, hujan abu menyebabkan lahan cabai miliknya terancam gagal panen. Padahal tanaman cabai kriting yang dimilikinya sudah hampir panen.
Nur Yamni menanam cabai merah kriting di lahan seluas 10 ribu m2. Akibat hujan abu pada malam dan dini hari tadi, tanaman cabainya banyak yang mengalami patah dahan.
“Semua ambruk. Batang pohonnya pada megar semua. Padahal sudah saya kasih tali. Sudah isi buahnya banyak, ketambahan bobot abu. Patah semua nggak kuat menahan bobot abu,” kata Nur Yamni saat ditemui di Dusun Babatan I, Kamis (10/3/2022).
Tanaman cabai yang rusak akibat hujan abu saat ini sudah berusia 4-5 bulan. Sekitar 1 bulan lagi diperkirakan memasuki masa panen.
Dari lahan seluas 10 ribu m2, diperkirakan jumlah panen perdana mencapai 3 kuintal. Padahal kata Nur Yamni, harga jual cabai saat ini sedang tinggi.
Cabai merah kriting dihargai Rp35 ribu per kilogram. Sedangkan cabai rawit setan sekitar Rp45 ribu sampai Rp55 ribu per kilogram.
Baca Juga: Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran, Desa Tlogolele Diguyur Hujan Abu Vulkanik
“Keadaanya seperti ini ya gagal (panen). Biasanya cabai diambil pedagang langsung di ladang,” kata Nur Yamni.
Hujan abu melanda 7 desa di Kecamatan Dukun dan Sawangan, Kamis (10/3/2022). Hujan abu terjadi pasca awan panas guguran Gunung Merapi dini hari tadi.
Awan panas guguran Merapi tanggal 9 Maret 2022 terjadi mulai pukul 23.18 WIB. Berdasarkan pemantauan informasi dan laporan dari masyarakat, sampai dengan pukul 00.30 WIB sebaran hujan abu terjadi antara lain di sejumlah wilayah.
Meliputi Desa Paten, Sengi, dan Krinjing di Kecamatan Dukun serta Desa Ketep, Gantang, Jati, dan Soronalan di Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida, dalam keterangan tertulis mengatakan bahwa Merapi meluncurkan awan panas pada Rabu (9/3/2022), pukul 23.18, 23.29, 23.38, 23.44, dan 23.53 WIB.
Menurut Hanik luncuran awan panas guguran tercatat di seismogram memiliki amplitudo maksimal 75 mm dan durasi maksimal 570 detik. “Jarak luncur kurang lebih 5 kilometer ke arah Tenggara. Arah angin ke Barat Laut,” kata Hanik.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
Pilihan
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
Terkini
-
Mengenal Rumus Segitiga Sembarang dan Cara Menghitung Luasnya
-
Apel Siaga Bulan K3 Nasional, Semen Gresik Tegaskan K3 sebagai Budaya dan Prioritas Utama
-
Warga Pati Berpesta: Kembang Api Sambut Tumbangnya Bupati Sudewo
-
7 Fakta Mengejutkan Kasus Korupsi Bupati Pati: Dari Jual Beli Jabatan hingga Suap Proyek Kereta Api
-
Pantura Jateng Siaga Banjir dan Longsor! BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat Ekstrem