SuaraJawaTengah.id - Beredar sebuah surat dari Gerakan Pemuda (GP) Ansor yang berisikan penolakan Ustaz Syafiq Rizq Basalamah untuk ceramah di Grobogan, Jawa Tengah viral di media sosial.
Edaran surat penolakan GP Ansor tersebut salah satunya diketahui dari unggahan foto di akun instagram @_sunnah.id belum lama ini.
"Semoga Allah menolong dan memudahkan dakwah salafiyah. Kalau gini siapa yang radikal?," bunyi keterangan tertulis akun tersebut.
"Walau pun salafi sering dituduh radikal, alhamdulillah tidak pernah mengajarkan menolak dan membubarkan pengajian kelompok lainnya walaupun berbeda pemahaman," tambahnya.
Sementara itu, berdasarkan pantauan SuaraJawaTengah.id. Surat edaran yang ditulis GP Ansor Kabupaten Grobogan itu ditunjukkan kepada Bupati, Kaporles, Dandim dan Kepala Kementrian Agama.
Adapun isi surat tersebut, GP Ansor Kabupaten Grobogan menolak keras acara tablig akbar ustaz Syafiq Riza Basalamah yang direncananya akan digelar di Masjid Jabalul Khoir Simpang Lima Purwodadi pada, Minggu 27 Maret 2022.
Selain itu, GP Ansor Kabupaten Grobogan juga meminta Bupati Kaporles setempat agar tidak diberi izin kegiatan tablig akbar tersebut.
Hingga kini belum diketahui pasti alasan apa yang melatar belakangi GP Ansor Kabupaten Grobogan itu menolak keras acara tablig akbar ustaz Syafiq Riza Basalamah.
Sontak saja unggahan tersebut langsung dibanjiri komentar warganet. Sebagian besar dari mereka kecewa dan melontarkan kritikan keras terhadap sikap GP Ansor Kabupaten Grobogan tersebut.
Baca Juga: Ditolak di Ranah Minang, Ketua GP Ansor Sumbar: Mereka yang Menolak Itu Seharusnya Dipertanyakan
"Kegiatan syirik tidak pernah ada penolakan, kajian ilmiah dibubarkan. Tahlilan ramai, salat jamaah sepi. Dunia terbalik emang," ujar akun @miftakhu.za**.
"Hak setiap warga negara untuk berdakwah kok dilarang. Padahal nggak merugikan orang lain," celetuk akun @suyant**.
"Alasannya apa ya?," imbuh akun @vajar_offi**.
"Kalah ilmu maen tolak, tidak mencerminkan sikap toleransi, demokrasi dan pancasila," ungkap akun @_feri_va**.
"Biasanya surat penolakan dibuat dengan alasan. Misal karena radikal, karena memecah belah, atau apapun. Saya pengen tau aja alasannya. Masa gak ditulis? Cemen banget," sahut akun @muhammadakbar**.
"Laporkan balik aja itu Ormas ke pihak berwajib. Memangnya Indonesia punya dia apa," tandas akun @yusufhidayat**.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Promo THR Alfamart Maret 2026: Sirup Marjan dan Biskuit Lebaran Diskon Gila-gilaan, Mulai 6 Ribuan
- 5 Mobil Bekas untuk Jangka Panjang: Awet, Irit, Pajak Ringan, dan Ramah Kantong
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
Terkini
-
Semen Gresik Gelar Silaturahmi Bersama dengan Puluhan Media Partner Se-Jawa Tengah
-
Gubernur Luthfi Turun Gunung, Pastikan THR Pekerja Jateng Cair Tepat Waktu
-
Exit Tol Bawen Angker! Pemprov Jateng Siapkan Rekayasa Darurat, Antisipasi Kecelakaan saat Lebaran!
-
Tol Bawen-Ambarawa Dibuka Fungsional 13 Maret, Urai Simpang Bawen yang Kritis!
-
Cara Praktis Mengedit Konten dengan Pemotong Video Online dan AI Voice Over di CapCut