Tangkapan layar seorang ustaz membongkar di Institusi Polri telah disusupi seseorang yang beraliran wahabi. (Twitter)
"Tanpa bukti saya percaya, faktanya liat aja fenomena saat ini, sudah aneh, apa-apa haram yang tidak sepaham kafir. Meskipun sama-sama Islam, budaya lokal mulai dihilangkan, cinta tanah air dikikis. Gaya busana Indonesia sudah kayak di gurun pasir, bangga dengan Dinar, terpesona dengan kencing onta," ungkap akun @CnSt**.
"Ya Allah lindungilah bangsa ini dari mereka kaum radikal yang berbaju agama," sahut akun @bunda_rose**.
"Jangan-jangan sudah di semua lini mereka bekerja. Lihat aja maraknya cara berpakaian dengan dalih agama. Sampai ke lingkungan perumahan dengan nuansa agama tertentu, bahkan dari logat bicara ala Timur Tengah. Semuanya seolah wajib dilakukan dengan dalih agama," timpal akun @Panca**.
Kontributor : Fitroh Nurikhsan
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Legislator Sebut Andrea Bocelli Bantu Perluas Promosi Budaya Indonesia
-
Pemprov Jateng Terus Perkuat Dukungan Pesantren, dari Tali Asih Hafiz hingga Beasiswa Santri
-
Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah
-
Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan
-
Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun