- PT BYD Motor Indonesia menargetkan penambahan jumlah showroom di Jawa Tengah menjadi sepuluh unit hingga akhir tahun 2026.
- Perusahaan memperkenalkan teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) Dual Mode guna menarik minat masyarakat di wilayah Jawa Tengah.
- Langkah strategis ini bertujuan memperluas pasar kendaraan elektrifikasi serta menekan biaya operasional kendaraan bagi konsumen di Indonesia.
SuaraJawaTengah.id - Jawa Tengah menjadi salah satu wilayah yang kini mendapat perhatian khusus dari PT BYD Motor Indonesia dalam memperluas pasar kendaraan elektrifikasi di Tanah Air.
Tidak hanya menambah jaringan dealer, BYD juga membawa teknologi terbaru Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) Dual Mode (DM) yang diyakini mampu menarik minat masyarakat di tengah fluktuasi harga bahan bakar minyk (BBM).
Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, mengatakan Jawa Tengah memiliki posisi strategis dalam peta bisnis otomotif nasional. Karena itu, BYD menargetkan ekspansi jaringan showroom secara agresif di wilayah ini.
"Saat ini kami sudah memiliki lima showroom di Jawa Tengah dan menargetkan menjadi 10 showroom hingga akhir tahun ini. Jawa Tengah merupakan daerah yang sangat strategis di Pulau Jawa," kata Eagle pada acara Tech Culture Fest di Semarang, Rabu (17/6/2026).
Secara nasional, BYD telah memiliki sekitar 90 showroom yang beroperasi dan optimistis mampu mencapai target 100 showroom hingga akhir tahun. Meski mayoritas jaringan masih berada di Jabodetabek, Jawa Tengah menjadi salah satu wilayah yang menunjukkan pertumbuhan permintaan yang menjanjikan.
Menurut Eagle, kontribusi penjualan BYD di Jawa Tengah saat ini telah mencapai sekitar 8 persen dari total penjualan nasional. Angka tersebut dinilai menunjukkan meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi.
"Penjualan kami di Jawa Tengah sudah mencapai sekitar 8 persen. Ini menunjukkan permintaan yang terus meningkat. Dengan hadirnya teknologi terbaru Dual Mode (DM), kami berharap permintaan masyarakat akan semakin bertambah," ujarnya.
BYD juga membuka peluang kolaborasi dengan pelaku industri lokal di Jawa Tengah sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem kendaraan elektrifikasi nasional.
"Kami berharap rekanan-rekanan lokal bisa berkolaborasi dengan kami. Industrialisasi sangat penting bagi negara dan kami ingin teknologi ini bisa dinikmati masyarakat luas," katanya.
Baca Juga: Wakil Ketua DPRD Jateng Dorong Ekonomi Syariah Masuk Hingga Level Desa
Eagle menambahkan hubungan BYD dengan Jawa Tengah sebenarnya telah terjalin sejak beberapa tahun lalu melalui kerja sama pengembangan transportasi umum.
"Empat tahun lalu kami sudah memiliki rekanan untuk membangun bus. Jadi jika masyarakat menemukan bus BYD beroperasi, itu merupakan bagian dari teknologi yang kami kembangkan untuk kebutuhan publik," ucapnya.
Selain memperluas jaringan, BYD juga memperkenalkan teknologi PHEV Dual Mode (DM) yang menjadi andalan baru perusahaan. Teknologi ini menggabungkan motor listrik, baterai berkapasitas besar, dan mesin bensin dalam satu kendaraan.
Head of Product PT BYD Motor Indonesia, Bobby Bharata, mengatakan PHEV menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin beralih ke kendaraan elektrifikasi namun masih memiliki kekhawatiran terkait infrastruktur pengisian daya maupun jarak tempuh kendaraan listrik murni.
"Bahasa sederhananya, kendaraan PHEV bisa dicas dan bisa diisi bensin. Jadi pengguna mendapatkan fleksibilitas lebih tinggi tanpa perlu khawatir jika belum menemukan stasiun pengisian daya," ujarnya.
Potensi pasar kendaraan elektrifikasi di Jawa Tengah dinilai masih sangat besar. Data BYD menunjukkan kendaraan berbahan bakar bensin atau Internal Combustion Engine (ICE) masih mendominasi pasar otomotif di Jawa Tengah dengan porsi mencapai 80,3 persen. Sementara di Kota Semarang, kendaraan ICE masih mencapai sekitar 75,5 persen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Legislator Sebut Andrea Bocelli Bantu Perluas Promosi Budaya Indonesia
-
Pemprov Jateng Terus Perkuat Dukungan Pesantren, dari Tali Asih Hafiz hingga Beasiswa Santri
-
Hujan Ekstrem 349 Milimeter Guyur Cilacap, Banjir dan Longsor Terjang Sejumlah Wilayah
-
Warga Dukung Pengusutan Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo, Polda Jateng Jamin Proses Transparan
-
Pekalongan hingga Demak, Ancaman Rob Paksa Warga Pesisir Beradaptasi, Kerugian Capai Ratusan Triliun