Scroll untuk membaca artikel
Budi Arista Romadhoni
Sabtu, 12 Maret 2022 | 13:23 WIB
Hassan Alkhalaf, 11 tahun, yang melarikan diri dari Ukraina sendirian untuk menemui saudaranya yang belajar di Slovakia, menghadiri rapat umum anti-perang, setelah invasi Rusia ke Ukraina, di Bratislava, Slovakia, 11 Maret 2022. (ANTARA/Reuters/Radovan Stoklasa/as)

Hassan adalah satu di antara lebih dari 2,5 juta pengungsi yang meninggalkan Ukraina menuju Uni Eropa. Sebagian besar dari mereka pergi ke Polandia, sebagian lainnya ke Slovakia, Hongaria dan Rumania.

Sedikitnya 176.000 orang telah melintasi perbatasan Slovakia dalam eksodus besar-besaran yang disebut PBB sebagai krisis pengungsi paling parah di Eropa sejak Perang Dunia Kedua.

"Saya ingin berterima kasih kepada para relawan, karena mereka membantu orang-orang yang tidak mereka kenal," kata Hassan, yang berharap dapat bertemu ibunya lagi.

"Saya percaya bahwa akan ada akhir yang bahagia."
[ANTARA]

Baca Juga: Perang Rusia vs Ukraina, Indonesia Bertahan dengan Sikap Bebas Aktifnya, Apakah Berarti Netral?

Load More