SuaraJawaTengah.id - Selain merendam permukiman warga, banjir di wilayah Kabupaten Banyumas juga berdampak besar bagi para petani.
Pasalnya puluhan ton gabah yang sudah mulai kering pasca panen terendam banjir di Desa Gebangsari, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas. Tidak sedikit pula yang hanyut terbawa banjir.
Para petani tersebut diketahui menjemur gabah di lapangan desa setempat. Mereka semua tidak menyangka jika hujan yang mengguyur dari Senin (14/3/2022) siang hingga Selasa (15/3/2022) pagi akan mengakibatkan banjir.
Kepala Desa Gebangsari, Eko Adi Purwanto menjelaskan, jumlah gabah yang tengah dijemur di desa setempat sebanyak 15 Ton.
"Yang sedang dijemur itu kisaran 15 ton. Di lapangan ada sekitar 10 ton, kemudian yang di pelataran-pelataran (rumah warga) ada 5 ton," katanya saat ditemui, Selasa (15/3/2022).
Eko menyebut, belum bisa memastikan berapa jumlah gabah yang terselamatkan. Karena sebelum banjir, lokasi seukuran lapangan bola ini dipenuhi oleh gabah milik petani yang tengah dijemur pasca panen.
"Ya terendam ya kendang, pada terhanyut itu. Sisa-sisa itu, tadinya penuh lapangan ini. Sisanya kemana, ga tahu itu belum ketemu," terangnya.
Dari jumlah lahan pertanian seluas 200 hektar, Eko mengatakan sepertiga lahan tinggal menunggu dipanen saja. Artinya, sekitar 60 hektar lahan pertanian dipastikan gagal panen.
"Sepertiga lahannya itu belum dipanen. Totalan itu sekitar 50-60 hektar. Karena luas lahan pertanian di desa ini 200 hektar. Cukup banyak kerugian terutama dari olahan padi karena memang belum tuntas. Baik panen maupun pasca panennya," jelasnya.
Baca Juga: Banjir Lumajang, BPBD Evakuasi Dua Lansia Sakit Terjebak Kepungan Air
Berdasarkan penelusuran Suarajawatengah.id, harga gabah kering di Kabupaten Banyumas saat ini Rp 5.000 per kilogram. Artinya jika total ada 15 ton gabah di Desa Gebangsari yang terendam dan hanyut terbawa banjir, para petani setempat sedikitnya mengalami kerugian hingga Rp 75 juta. Belum termasuk yang mengalami gagal panen.
Diberitakan sebelumnya, akibat curah hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi di wilayah Kabupaten Banyumas sejak Senin hingga Selasa (14-15/3/2022) pagi, sedikitnya delapan desa di Kecamatan Sumpiuh dan Tambak terendam banjir.
Salah satu lokasi terparah ada di Desa Gebangsari, Kecamatan Tambak. Di wilayah tersebut sedikitnya ada 1.700 jiwa yang mengungsi ke kantor balai desa dan kecamatan. (Anang Firmansyah)
Kontributor : Anang Firmansyah
Berita Terkait
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
Pilihan
-
IHSG Tembus Rekor Baru 9.110, Bos BEI Sanjung Menkeu Purbaya
-
7 Rekomendasi HP Baterai Jumbo Paling Murah di Bawah Rp3 Juta, Aman untuk Gaming
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Jadi Bos BI, Purbaya: Bagus, Saya Mendukung!
-
Rupiah Tembus Rp16.955, Menkeu Purbaya: Bukan Karena Isu Wamenkeu ke BI
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
Terkini
-
Peringati HUT Ke-12, Semen Gresik Gelar SG Fun Run & Fun Walk di Area Greenbelt Pabrik Rembang
-
5 Fakta Dugaan Jual Beli Jabatan Perangkat Desa di Pati yang Menjerat Bupati Sudewo
-
OTT Bupati Sudewo, Gerindra Jateng Dukung Penuh Penegakan Hukum dari KPK
-
Gebrakan Awal Tahun, Saloka Theme Park Gelar Saloka Mencari Musik Kolaborasi dengan Eross Candra
-
Deretan Kontroversi Kebijakan Bupati Pati Sudewo Sebelum Berakhir di Tangan KPK