SuaraJawaTengah.id - Bahan Bakar Minyak (BBM) masih menjadi kebutuhan pokok masyarakat. Hal ini tentu saja harus menjadi perhatian pemerintah, apalagi yang dikonsumsi adalah BBM bersubsidi.
Pemerintah pun diminta untuk terus mendorong penggunaan energi ramah lingkungan. Mengingat hasil riset dari Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) yang menyebutkan cadangan minyak bumi di Indonesia diperkirakan akan habis dalam sembilan tahun lagi.
Presiden Dewan Energi Mahasiswa Semarang, Didik Armansyah mengatakan, walaupun penggunaan energi ramah lingkungan lebih mahal di awal, namun hal itu merupakan bentuk investasi.
Pasalnya, peran penggunaan energi ramah lingkungan sangat berdampak positif untuk lingkungan yang lebih bersih.
"Energi ramah lingkungan memang lebih mahal di awal, tapi itu bentuk investasi, agar di waktu yang akan datang lebih murah karena memanfaatkan energi terbarukan," kata Didik dari keterangan tertulis yang diterima Suarajawatengah.id Rabu (16/3/2022).
Untuk itu, lanjutnya, Dewan Energi Mahasiswa Semarang juga terus melakukan kegiatan kampanye energi ramah lingkungan secara langsung ke masyarakat, melalui program desa binaan yang dinamai 'Kampung Energi'.
Selain itu, pihaknya juga memanfaatkan media sosial untuk mengedukasi dan mempublikasikan manfaat dari penggunaan energi ramah lingkungan.
"Di era teknologi, kampanye media menjadi salah satu metode yang efektif untuk mengedukasi dan mempublikasikan manfaat dari penggunaan energi ramah lingkungan," ujar Didik.
Terkait kenaikan harga bahan bakar minyak jenis Pertamax, Didik pun meminta pemerintah agar memberikan edukasi alasan kenaikan BBM. Hal ini dilakukan agar bisa menghindari terjadinya kegaduhan di masyarakat.
Baca Juga: Stafsus Menteri BUMN Minta Pemilik Mobil Mewah Tak Pakai Pertalite: Seharusnya Mereka Malu
"Alangkah lebih baiknya jika pemerintah melakukan edukasi kenapa harga minyak bisa naik, mungkin masyarakat akan lebih bisa memahami dan bisa meminimalisasi kegaduhan, karena kenaikan harga sudah di riset dan diedukasikan ke publik," tukas Didik.
Menurutnya, pemerintah juga perlu melakukan edukasi kepada masyarakat untuk menggunakan transportasi umum atau kendaraan dengan menggunakan energi terbarukan, untuk menghemat penggunaan BBM.
"Jawaban untuk kenaikan harga BBM, dengan menggunakan fasilitas kendaraan umum, atau menggunakan kendaraan yang sudah menggunakan energi baru terbarukan," ungkap Didik.
Terpisah, Staf Khusus Menteri BUMN Bidang Komunikasi Publik, Arya Sinulingga menuturkan, butuh kesadaran dari masyarakat untuk menggunakan BBM ramah lingkungan yang tidak disubsidi oleh pemerintah. Apalagi bagi mereka yang memiliki mobil bertaraf mewah, untuk tidak menggunakan BBM subsidi seperti Pertalite.
"Harusnya orang - orang kaya malu pakai Pertalite. Yang namanya BBM untuk orang kaya, para pemilik mobil mewah ini harusnya jangan di subsidi. Gunakanlah BBM yang mengikuti harga pasar, karena sangat tidak fair kalau BBM untuk mobil mewah dibebankan ke rakyat lantaran mereka pakai BBM subsidi," ujar Arya.
Arya menegaskan, harus ada kesadaran juga bagi mereka yang memiliki mobil mewah ini untuk bersiap juga mengikuti harga pasar untuk penggunaan energinya. Pemerintah akan terus mendorong ke arah sana.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
Terkini
-
Pengundian Program BRI Debit FC Barcelona: Dapat 8 Keuntungan dan Hadiah Terbang ke Camp Nou
-
Jelang May Day di Semarang, Ahmad Luthfi Tekankan Kondusivitas Kunci Masuknya Investasi Rp110 T
-
Lebih dari Kebaya, BRI Blora Maknai Hari Kartini sebagai Simbol Kesetaraan di Era Perbankan Modern
-
Cuaca Jateng Hari Ini: Semarang Berpotensi Hujan, Dibayangi Ancaman Kemarau Terkering 30 Tahun
-
Komitmen Dukung Olahraga, BRI Berpartisipasi Hadirkan Clash of Legends 2026