SuaraJawaTengah.id - Telur semut rangrang atau sering disebut kroto yang ada di alam jadi buruan di tengah musim hujan.
Hal itu lantaran sarang semut rangrang tak banyak ditemui kala musim hujan, kondisi tersebut membuat para pemburu kroto harus berjibaku menyusuri hutan maupun ladang untuk mendapatkan kroto.
Seperti yang dilakukan para pemuda asal Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang. Keluar masuk ladang dan hutan dengan medan ekstrem tentunya jadi tantangan tersendiri untuk mereka.
Kali ini hutan yang ada di kawasan Gunungpati Kota Semarang manjadi sasaran para pemburu kroto. Satu persatu pohon mereka cek, untuk memastikan ada sarang semut rangrang atau tidak.
Berbekal bambu panjang yang ujungnya dipasang jaring berbentuk corong, para pemuda tersebut mencari buruannya dan menembus rimbunnya pepohonan.
Saat melihat sarang semut rangrang, secara sigap para pemburu kroto tersebut mengecek sarang menggunakan bambu yang sudah dibawa.
Jika terdapat koloni semut pada sarang yang mereka temui, ujung bambu langsung diarahkan untuk membuat lubang pada sarang.
Jaring yang sudah terpasang pun langsung dipenuhi telur semut rangrang yang berwarna putih. Kemudian kroto diturunkan dari jaring dan dipilah untuk dimasukkan ke wadah yang mereka siapkan.
Menurut Didik (28) salah satu pemburu kroto, kegiatan memburu kroto di tengah musim hujan bisa berlangsung dari pagi sampai sore hari.
"Ya karena susah dicari, apalagi musim hujan seperti sekarang jadi tak jarang bisa seharian mencari kroto," ungkapnya saat berbincang dengan Suarajawatengah.id, Sabtu (12/03/22).
Karena langka, Didik menjelaskan harga 1 kilogram kroto di tengah musim hujan melebihi harga beras sekarung.
“Satu kilogram kroto harganya bisa Rp400 ribu, namun sangat susah mencari kroto sampai 1 kilogram, karena sudah jarang sarangnya," paparnya.
Didik mengatakan, sepekan sekali mereka berburu, dan bisa membawa pulang 0,5 kilogram kroto dalam sekali perburuan.
“Tantangannya hanya medan yang dilalui, karena naik turun bukit. Selain itu jika musim hujan semut rangrang jarang menetapkan di satu pohon," ucapnya.
Terpisah Joko (35) yang ikut berburu kroto mengatakan, kroto alam memang jadi andalan untuk pakan burung kicau.
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Terinspirasi Candi Borobudur, Artotel Leguna 'Bayi Cantik' di Kota Magelang
-
BRILink Agen Mekaar Jadi Ujung Tombak Inklusi Keuangan di Komunitas
-
PSIS Semarang vs Kendal Tornado FC, Junianto: Kami Ingin Laga yang Menghibur
-
Bagi Dividen Jumbo, BRI Jaga Keseimbangan Imbal Hasil dan Ekspansi Bisnis
-
Dulu Kerap Ditolak dan Dibully, Pekerja Difabel Ini Temukan Rumah Baru di Pabrik Rokok Magelang