SuaraJawaTengah.id - Ketua Komisi III DPR Bambang Wuryanto menegaskan langkah dan tindakan yang dilakukan tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri terhadap tersangka teroris dokter Sunardi (54) di Sukoharjo, Jawa Tengah, sudah sesuai prosedur.
"Kami tegaskan langkah Densus 88 Antiteor sudah sesuai prosedur," katanya saat melakukan kunjungan ke Polres Sukoharjo dikutip dari ANTARA, Kamis (18/3/2022).
Kunjungan rombongan Komisi III DPR disambut Kepala Polda Jateng Irjen Pol. Ahmad Luthfi dan jajarannya. Dalam kesempatan tersebut, Bambang dan sejumlah anggota Komisi III DPR melakukan pertemuan secara tertutup dengan Tim Densus 88 Antiteror Polri dan para pejabat Polda Jateng.
Kunjungan spesifik di Polres Sukoharjo tersebut, lanjut Bambang, merupakan langkah untuk membahas penanggulangan isu terorisme yang sangat berbahaya bagi Negara.
"Hasil pembahasan hari ini, akan dibahas lagi pada rapat kerja komisi III DPR RI pada Senin (21/3), bersama Densus 88 Antiteror Polri dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT)," kata Bambang.
Dia juga menjelaskan penanganan yang dilakukan Tim Densus 88 terhadap tersangka teroris Sunardi sudah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 5 tahun 2018.
Dalam tindakan tegas dan terukur, yang menewaskan tersangka Sunardi, Tim Densus 88 telah melakukan prosedur dengan benar, katanya.
Tim Densus 88 menerapkan prosedur dengan menggunakan pengaman berupa rompi polisi sejak awal, yang dilanjutkan dengan berbagai rangkaian prosedur selanjutnya.
"Semua sudah sesuai prosedur, kemudian terjadi insiden karena harusnya tidak seperti itu. Hal itu, terjadi karena dr Sunardi tidak mau diberhentikan," katanya.
Dalam pertemuan tersebut, Bambang mendapatkan penjelasan dari Densus 88 Antiteror Polri dan Polda Jateng terkait keterlibatan tersangka teroris Sunardi dalam jaringan Jamaah Islamiyah (JI).
Dia juga menyampaikan ungkapan bela sungkawa kepada keluarga tersangka teroris Sunardi.
Sementara itu, anggota Komisi III DPR Eva Yuliana mengapresiasi upaya Densus 88 Antiteror yang menyampaikan informasi secara jelas terkait insiden penangkapan tersangka teroris Sunardi di Sukoharjo.
"Kami melihat dalam proses setelah kejadian itu, Densus secara proaktif memberikan keterangan pada Kompolnas dan Komnas HAM," ujarnya.
Hasil pertemuan tersebut akan ditindaklanjuti dalam rapat dengar pendapat (RDP) antara Komisi III DPR dengan Densus 88 Antiteror Polri dan BNPT di Jakarta.
Eva berharap melalui RDP tersebut dapat diperoleh hasil lebih konkret dan komprehensif terkait UU pemberantasan terorisme yang sudah disahkan beberapa waktu lalu.
Berita Terkait
-
Fadli Zon Tegas Menampik Tudingan Terkait dengan Kelompok Teroris: Tak Ada Sumbangan Sepeserpun
-
Anggota Komisi III DPR RI, Eva Yuliana Apresiasi Keterbukaan Informasi Densus 88 Usai Tembak Mati Teoris di Sukoharjo
-
Rapat Bersama Densus 88 di Sukoharjo, Komisi III DPR RI Tegaskan Sunardi Terlibat Jaringan Terorisme
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
14 Kajati Resmi Dilantik Termasuk Jawa Tengah , Komjak RI: Jaga Kepercayaan Masyarakat!
-
Wisuda Udinus: Pratama Arhan Resmi Sarjana, Terima Ijazah Canggih Berbasis Blockchain
-
BRI Youth Champion League Semarang Goes to Barcelona: Ajang Unjuk Gigi Generasi Muda Menuju Dunia
-
Pemulihan Korban Daycare, Wali Kota Yogyakarta Siapkan Pendampingan dari Psikolog hingga Dokter Anak
-
Kemelut PDAM Semarang, Eks Direksi Serang Balik Wali Kota ke Meja Hijau