SuaraJawaTengah.id - Memanfaatkan pengelohan kotoran manusia, Warga Kampung Bustaman Kelurahan Purwodinatan, Kecamatan Semarang Tengah, masih bisa merasakan energi gratis di tengah melambungnya harga gas.
Hasil pengolahan energi ramah lingkungan tersebut, masih bisa dirasakan oleh masyarakat sekitar kampung hingga sekarang.
Bahkan saat ada hajatan besar, warga Kampung Bustaman tak perlu repot-repot menyiapkan gas untuk memasak.
Hal tersebut lantaran adanya hasil pengolahan biogas dari proses pengolahan kotoran manusia yang ditampung di WC umum Kampung Bustaman.
Pengolahan biogas di Kampung Bustaman sudah dilakukan sejak belasan tahun silam, tepatnya pada 2005.
Adanya pemanfaatan biogas membuat Kampung Bustaman, menjadikan WC umum tersebut sebagai pemrakarsa WC umum penghasilan biogas pertama di Jawa Tengah.
Diterangkan Ashar, Ketua RW 03 Kampung Bustaman, WC umum penghasilan biogas di kampungnya diresmikan pada tanggal 6 bulan 6 tahun 2006.
"Setelah pengerjaan dari 2005 pada 2006 diresmikan, biaya pengerjaan waktu itu mencapai Rp 270 juta," jelasnya.
Dilanjutkannya, adanya WC umum penghasil biogas membuat Kampung Bustaman menjadi mitra dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang.
Baca Juga: Kasus Dua Jasad di Bawah Tol, Anak Sudah Jadi Kerangka, sang Ibu Dihabisi di Hotel
"Di sini menjadi mitra DLH dan bisa dibilang pemanfaatan biogas masih aktif di tengah meredupnya pemanfaatan biogas di kampung lain," ucapnya.
Terkait proses, Ashar menerangkan, kotoran manusia di WC umum Kampung Bustaman ditampung di biogaster agar menghasilkan biogas.
“Penampungannya ada di bawah WC umum Kampung Bustaman, di sana kotoran diolah dan disalurkan ke biogaster untuk menghasilkan biogas," katanya.
Menurutnya ada beberapa biogaster di WC umum Kampung Bustaman, guna menampung kotoran.
"Ada beberapa biogaster, untuk menampung kotoran hingga menyalurkan biogas. Kami juga rutin melakukan kontrol hingga perawatan," ujarnya.
Ia menjelaskan, warga Bustaman masih memanfaatkan biogas tersebut untuk memasak ketika ada acara besar.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
Pilihan
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
Terkini
-
Apel Siaga Bulan K3 Nasional, Semen Gresik Tegaskan K3 sebagai Budaya dan Prioritas Utama
-
Warga Pati Berpesta: Kembang Api Sambut Tumbangnya Bupati Sudewo
-
7 Fakta Mengejutkan Kasus Korupsi Bupati Pati: Dari Jual Beli Jabatan hingga Suap Proyek Kereta Api
-
Pantura Jateng Siaga Banjir dan Longsor! BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat Ekstrem
-
3 MPV Bekas Rp50 Jutaan Tahun 2005 ke Atas: Mewah, Nyaman, dan Kini Gampang Dirawat!