SuaraJawaTengah.id - Siapa sangka, telur jangkrik bisa hasilkan cuan hingga jutaan. Peluang ini ternyata sudah dibuktikan Arianto (33) warga Banjarnegara, Jawa Tengah.
Warga Desa Somawangi RT 5 RW 4, Mandiraja, Banjarnegara ini sudah satu tahun menggeluti pekerjaan yang tak banyak orang lirik.
Berawal dari ikut teman, ia tertarik kemudian belajar tentang budidaya telur jangkrik. Sebelumnya, Arianto sudah melalang buana untuk bekerja, sampai pada akhirnya ia memutuskan untuk fokus produksi telur jangkrik di kampung halamannya.
"Belajar ternak sama teman. Iya, dulu pernah kerja merantau, jadi teknisi audio dan pekerjaan lainnya, banyak lah, " ungkapnya, Selasa (22/3/2022).
Dalam sehari, Arianto bisa menghasilkan telur sebanyak 1 kilogram dari 8 kilogram indukan. "Untuk produksi, indukan 8 kilogram bisa menghasilkan 1 kilogram telur jangkrik dalam sehari, " katanya.
Arianto mengambil telur jangkrik selama dua hari sekali atau sebanyak 2 kilogram tiap panen. Harga telur jangkrik ia jual mulai dari harga Rp200 ribu sampai Rp250 ribu.
"Ya kalau pas barangnya langka permintaan tinggi itu harga akan naik,"jelasnya.
Dengan dua kali panen, Arianto mendapat omzet sampai Rp 5 juta satu bulan. "Omzet per bulan Rp 4 juta sampai Rp 5 juta, "terangnya.
Hasil penjualan telur jangkrik dinilai lebih menguntungkan dibandingkan dengan menjual jangkrik nya. Jika menjual telur dapat menghasilkan Rp 5 juta per bulan, menjual jangkrik hanya mencapai Rp 2 juta per bulan.
Baca Juga: Ziarah Kubur Jelang Ramadan di Tengah Pandemi Covid 19
"Kalau omzet penjualan jangkrik nya Rp 2 juta per bulan, "katanya.
Ia mengungkapkan, jika telur tidak laku terjual sampai masa menetas, maka risikonya harus menyiapkan tempat baru.
"Risiko telur kalau tidak laku, harus siap lahan atau box untuk tempat menetas," katanya.
Dengan memanfaatkan sosial media Facebook dan instagram, produk telur jangkrik sudah sampai di sejumlah kota tetangga seperti Wonosobo dan Purbalingga. Arianto menuturkan, sampai saat ini dirinya masih harus memenuhi permintaan area lokal.
"Pemasaran telur Wonosobo dan Purbalingga. Target masih lokal karena permintaan masih tinggi,"ujarnya.
Untuk proses jangkrik bertelur, mula mula ia menyiapkan pasir yang sudah diayak dan lembab dalam wadah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Raih Predikat Prestisius Golden Medal 2026, Semen Gresik Pertahankan Bintang Lima TOP GRC
-
Pelabuhan Tanjung Emas Didorong Naik Kelas Jadi Gerbang Utama Ekspor-Impor
-
Kalah dari Persita, Fabio Lefundes: Java United FC Masih Berproses
-
Ketika Al-Qur'an Satukan Semua Golongan: Cerita Dibalik Megahnya MTQ Nasional di Jateng
-
Kendal Tornado FC Menangi Laga Perdana, Presiden Klub Ingin Tim Konsisten dan Disiplin