SuaraJawaTengah.id - Satuan tugas (Satgas) penanganan COVID-19 mencatat kasus positif di Indonesia bertambah 3.840 menyebabkan total akumulatif konfirmasi COVID-19 ada 6.009.486.
Berdasarkan data Satgas Penanganan COVID-19 yang diterima di Jakarta, Rabu ((30/3/2022), DKI Jakarta menjadi penyumbang kasus terbanyak yakni 901 kasus, diikuti Jawa Barat 826 kasus, Jawa Tengah 446 kasus, Banten 299 kasus dan Jawa Timur 240 kasus.
Kasus kematian juga bertambah 118 dari hari sebelumnya. Hingga hari ini total kasus menjadi 155.000. Jawa Tengah memiliki kasus kematian terbanyak yakni 34 kasus, Jawa Timur 21 kasus, DKI Jakarta 11 kasus, Jawa Barat sembilan kasus dan DI Yogyakarta enam kasus.
Walaupun demikian, kasus aktif turun sebanyak 4.154 kasus, sehingga total kasus aktif kini tinggal 111.555.
Kasus kesembuhan secara nasional terus mengalami penambahan. Pada Rabu, jumlah orang yang sembuh ada 5.742.931 orang setelah bertambah 7.876 orang. Dengan rincian daerah dengan kasus kesembuhan paling banyak yakni Jawa Barat 1.342 orang, Kepulauan Riau 955 orang, DKI Jakarta 825 orang, Jawa Tengah 768 orang dan DI Yogyakarta 403 orang.
Satgas juga melaporkan sebanyak orang telah menjadi 6.530 suspek COVID-19. Sedangkan 134.360 spesimen sudah diperiksa pada hari ini.
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Reisa Broto Asmoro menekankan penularan COVID-19 akan tetap ada saat mudik Lebaran meski antibodi yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia sudah tinggi.
Reisa menuturkan Kementerian Kesehatan bersama Kementerian Dalam Negeri dan Tim Pandemi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UI telah melakukan survei serologi antibodi penduduk Indonesia terhadap virus SARS-CoV-2. Hasilnya menunjukkan sebanyak 86,6 persen populasi Indonesia memiliki antibodi terhadap COVID-19.
Walaupun demikian, kata Reisa, penularan COVID-19 akan tetap ada apalagi dengan bulan suci Ramadhan di mana masyarakat akan melakukan mobilitas sosial untuk berkumpul dan melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman.
Baca Juga: Warga Temanggung Serbu Minyak Goreng Curah Rp 15 Ribu
Reisa meminta seluruh masyarakat untuk tetap menjalankan protokol kesehatan dengan baik dan benar sekaligus melengkapi dosis vaksinasi guna memastikan antibodi terbentuk guna memutus rantai penularan COVID-19 di bulan Ramadhan tahun ini.
Reisa juga mengajak seluruh pihak untuk menjadikan bulan Ramadhan sebagai momentum mendekatkan diri pada Tuhan dengan berikhtiar menjaga kebersihan melalui protokol kesehatan dan melindungi lingkungan sekitar dari risiko terburuk COVID-19 lewat vaksinasi.
“Meskipun antibodi yang terbentuk sudah tinggi, bukan berarti masyarakat kemudian langsung bebas begitu saja dari risiko terinfeksi COVID-19,” kata Reisa.
[ANTARA]
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Jelang Kunjungan Prabowo ke Inggris, Trah Sultan HB II Tolak Keras Kerja Sama Strategis! Ada Apa?
-
Siapa Ario Damar? Tokoh Penting Palembang yang Makamnya Kini Dikritik Usai Direvitalisasi
-
Fadli Zon Kaget! Acara Serah Terima SK Keraton Solo Diserbu Protes, Mikrofon Direbut
-
Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat ATR42-500 Berukuran Besar
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
Terkini
-
Jalur Kereta Pantura Lumpuh, KAI Batalkan 23 Perjalanan KA di Semarang Akibat Banjir Pekalongan
-
Waspada! Semarang dan Sebagian Wilayah Jawa Tengah Diprediksi Diguyur Hujan Sedang Hari Ini
-
7 Mobil Bekas Cocok untuk Keluarga Harga Rp120 Jutaan, Nyaman dan Irit Bensin!
-
Viral Petani Kudus Kuras Air Sawah Saat Banjir, Ini Penjelasannya yang Sempat Disalahpahami
-
Dukung Gaya Hidup Sehat, BRI Meriahkan Fun Run HUT PPSDM Migas Cepu ke-60