Scroll untuk membaca artikel
Budi Arista Romadhoni
Kamis, 14 April 2022 | 13:51 WIB
Penampakan Al-Quran Akbar ke 10 ukuran 2 meter x 1,5 meter yang akan diserahkan kepada Presiden Jokowi. (Suara.com / Citra Ningsih)

KH Ibrahim termasuk ulama yang telaten menulis Al-Quran dengan tulisan tangan. Sayangnya mushaf Al Quran yang ditulis KH Ibrahim tersebut raib saat terjadi agresi Belanda dan hingga saat ini tidak diketahui keberadaannya.

Untuk mengenang jasa KH Ibrahim, KH Muntaha mengabadikan perjuangannya dengan menggagas penulisan Al-Quran akbar ini.  Penulis Al-Quran sekaligus dosen di Unsiq Wonosobo ini telah berniat, dirinya akan terus menulis Alquran sampai akhir hayat karena melanjutkan pesan KH Muntaha.

“Simbah KH Muntaha memerintahkan saya untuk menulis Al-Quran dengan tangan karena melanjutkan tradisi Mbah Ibrahim,” katanya.

Hayattudin menambahkan, Al-Quran Akbar yang ke 11 telah pada Selasa (18/01/2022) lalu, dan diberikan kepada  Gus Ahmad Azhar asal Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Baca Juga: Puluhan Napi Rutan Kelas 1A Solo Antusias Ikuti Kegiatan Baca Alquran

“Setelah penulisan Al-Quran Akbar ke 11 selesai, akan diikuti penulisan Al-Quran Akbar ke 12 yang sudah dipesan Walikota Probolinggo Jawa Timur, Habib Hadi Zainal Abidin. Penulisan pertama huruf “ba” akan dilakukan yang bersangkutan," katanya.

Penulisan huruf "ba" yang dilakukan oleh pemesan sudah menjadi tradisi. Huruf "ba" sebagai simbolis awal penulisan Mushaf Alquran Akbar tepatnya pada surat Al-Fatihah.

"Jadi sudah tradisi, setiap pemesan Al-Quran Akbar menuliskan huruf 'ba' pada surat Al-Fatihah sebagai surat pertama untuk mengawali proses pembuatan Al-Quran Akbar,"jelasnya.

Adapun jejak 10 Al-Quran yang sudah selesai pembuatannya. 

Al-Quran Akbar ke 1 yang diselesaikan pada tahun 1993 kini disimpan di Bina Graha Jakarta. Kitab suci tulisan tangan tersebut dihadiahkan kepada Presiden RI saat itu HM Soeharto.

Baca Juga: Jangan Buru-Buru Tidur, Coba 6 Kegiatan Produktif Usai Salat Tarawih Ini!

Al-Quran ke 2, dipajang di Baitul Quran Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta. Penulisan kitab suci ini selesai pada tahun 1995.

Load More