SuaraJawaTengah.id - Jajaran Polres Kudus meningkatkan pengawasan terhadap peredaran minuman keras.
Hal itu guna memberikan rasa nyaman bagi umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa Ramadhan, mengingat kasus peredaran barang haram tersebut masih kerap terjadi.
"Hasil pengawasan selama bulan Ramadan, kami berhasil mengungkap peredaran minuman keras di Kecamatan Mejobo," kata Kapolres Kudus AKBP Wiraga Dimas Tama dilansir dari ANTARA, Jumat (15/4/2022).
Jumlah barang bukti yang diamankan pada Kamis (14/4), kata dia, sebanyak 120 botol minuman keras berbagai merek.
Kapolsek Mejobo AKP Cipto menambahkan bahwa minuman keras tersebut semula diangkut dengan mobil oleh seorang warga Pati berinisial PR (23) untuk didistribusikan ke Desa Temulus, Kecamatan Mejobo, Kudus.
"Rencananya, hendak dikirimkan ke salah satu warung yang ada di Desa Temulus," jelasnya.
Lantas jajaran Polsek Mejobo menerjunkan personel untuk melakukan pemantauan di lapangan. Hasilnya, sekitar pukul 12.00 WIB ditemukan warga Pati yang membawa minuman keras berbagai merek.
Berdasarkan barang bukti tersebut, PR langsung diamankan ke kantor kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut, serta mempertanggungjawabkan perbuatannya.
"Kami menghimbau kepada masyarakat untuk tidak segan melaporkan ke Polisi jika mengetahui adanya peredaran miras. Kami akan menindaklanjuti segera," ujarnya.
Baca Juga: Ditemukan Cairan di Sekitar Alat Vital Jenazah Gadis 16 Tahun di Cianjur, Ini Kata Polisi
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
Terkini
-
Ruang Kelas SDN Sendangmulyo Semarang Hancur Ditimpa Pohon Roboh
-
PSIS Kunci Raffinha, Mahesa Jenar Perkuat Misi Kembali ke Super League
-
Deepfake AI Teror Mahasiswi PTN di Solo, Polisi Kantongi Profil Terduga Pelaku
-
Sukses BRIvolution: Transaksi QRIS dan Merchant BRI Melesat
-
Pembukaan Rute dan Layanan Baru Dongkrak Arus Peti Kemas Nasional