SuaraJawaTengah.id - Banyak orang bilang, mudik Lebaran tahun ini bisa jadi ajang ‘pembalasan’. Setelah 2 tahun dilarang pulang ke kampung halaman.
Tidak seperti mudik 2 tahun sebelumnya, pulang kampung tahun ini tidak ada lagi drama penyekatan. Tidak ada lagi kucing-kucingan pemudik bersembunyi di bak truk menyamar barang angkutan.
“Tidak ada penyekatan. Go ahead!,” kata Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi.
“ Yang penting kita menyiapkan protokol kesehatan.”
Diperkirakan mudik tahun jadi lebih asyik. Kementerian Pariwisata misalnya, sejak jauh hari menandai titik lokasi wisata yang bisa disinggahi para pemudik.
Jalur mudik Selatan Jawa direkomendasikan sebagai lintasan yang musti dijajal. Jalur sepanjang 1.546 kilometer ini melewati 23 kabupaten dan kota.
Titik awal jalur Selatan dimulai dari Kabupaten Serang, Banten dan berakhir di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Beberapa titik wisata yang direkomendasikan jika melintasi jalur Selatan Jawa antara lain Baturraden di Purwokerto dan Gua Seplawan di Puworejo. Kedua tempat ini menawarkan pemandangan pegunungan yang indah.
Jalur ‘klasik’ mudik melintasi Utara Jawa juga masuk rekomendasi lintasan yang bisa dilalui pemudik. Momok pantai Utara Jawa sebagai ‘jalur neraka’ rawan kemacetan, tidak lagi berlaku.
Baca Juga: Puncak Keberangkatan Pemudik Di Stasiun Pasar Senen Diprediksi Mulai Rabu Besok
Ruas tol Cikarang-Palimanan (Cipali) yang menjadi pilihan utama pemudik, diperkirakan menyebabkan jalur Utara Jawa sepi pelintas. Di jalur ini ada beberapa destinasi wisata yang rekomended untuk disinggahi.
Diantaranya, kampung Batik Trusmi di Cirebon dan Kota Tua Semarang yang terkenal dengan bangunan-bangunan bersejarahnya.
Jalur Alternatif Rawan Longsor
Di jalur tengah Jawa, titik wisata yang bisa menjadi ampiran tidak kalah banyak dan menarik. Jalur alternatif dari Semarang menuju Surakarta atau sebaliknya, bisa melalui lintas pegunungan ruas Blabak-Selo-Boyolali.
Kondisi jalan aspal dan cor beton di jalur ini secara umum sudah baik. Banyak bonus pemandangan indah jika kita melalui jalur yang berada tepat di sela-sela Gunung Merapi dan Merbabu ini.
Hal yang perlu diwaspadai, beberapa titik di jalur Magelang-Selo-Boyolali adalah daerah rawan longor. Tipikal tanahnya yang gembur ditambah berada di kecuraman sedang hingga tinggi, menyebabkan tanah tidak stabil.
Berita Terkait
-
Antre Berjam-jam Pemudik Sepeda Motor di Pelabuhan Merak Emosi, Geber Knalpot Hingga Bunyikan Klakson saat Naik Kapal
-
Semua Diangkut, Pemudik Ini Bawa Motor ke Atas Mobil SUV, Netizen Makin Solfok: Itu Mudik Atau Mau Pindahan?
-
Cerita Pemudik Setelah Dua Tahun Tak Bisa Pulang Kampung: Alhamdulillah, Tahun Ini Bisa Mudik
Terpopuler
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan, RAM 6 GB Performa Jempolan
- 5 Sepatu Skechers Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Cocok Dipakai Lansia
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
BNPB Siapkan Amunisi Tambahan, Pesawat Modifikasi Cuaca Siap Serbu Langit Jateng
-
Tutorial Cara Menggunakan Aplikasi Cek Bansos Resmi Pemerintah
-
Kenapa Snaptik Populer sebagai TikTok Downloader? Ini Alasannya
-
Fakta-Fakta Miris Erfan Soltani: Demonstran Iran yang Divonis Hukuman Mati
-
Suzuki Fronx vs Honda WR-V: Ini 9 Perbandingan Lengkap yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Membeli