SuaraJawaTengah.id - Setelah dua tahun terpuruk karena pandemi Covid-19, para penjual telur asin di Kabupaten Brebes bisa kembali tersenyum pada arus mudik tahun ini.
Penjualan meningkat hingga empat kali lipat karena banyaknya pemudik yang memborong telur asin untuk oleh-oleh.
Sejak H-3 Lebaran, kawasan Jalan Diponegoro yang menjadi pusat oleh-oleh telur asin Brebes selalu dipadati kendaraan pemudik. Toko-toko oleh-oleh yang ada di sepanjang ruas jalan nasional ramai oleh pemudik yang berbelanja berbagai macam oleh-oleh, terutama telur asin. Salah satunya adalah toko Telur Asin YES.
Pemilik toko Telur Asin YES, Dhani Bagus Purnama mengungkapkan, penjualan telur asin meningkat hingga empat kali lipat dibandingkan hari-hari biasa.
"Sejak H-3 kita mulai terasa ada peningkatan, dan terus meningkat sampai hari ini," kata Dhani, Minggu (8/5/2022).
Pada hari-hari biasa, jumlah telur asin yang terjual di toko YES berkisar 2.000 hingga 3.000 butir per hari. Sedangkan selama arus mudik dan arus balik, penjualan mencapai 8.000 hingga 12.000 butir per hari. Adapun harga per butirnya Rp5.000 untuk telur asin rebus dan Rp6.000 untuk telur asin bakar.
"Khusus di arus balik ini, kita siapkan stok per harinya antara 30.000 butir. Ini untuk mengantisipasi tanggal 5,6,7,8 (Mei) yang merupakan puncak arus balik," ucapnya.
Penjualan pada Lebaran tahun ini tersebut berbanding terbalik dengan penjualan saat Lebaran 2020 dan 2021. Pada dua tahun awal-awal pandemi itu, penjualan anjlok hingga 80 persen karena adanya larangan mudik.
"Tahun ini itu bagaikan rindu yang terbalaskan. Dua kali kita tidak bisa mudik, terus ketiga ini baru kita mudik, jadi lebih dahsyat. Liburnya ini juga lebih lama," tuturnya.
Baca Juga: 4200 Pemudik dengan Moda Kereta Api akan Tiba di Stasiun Bekasi Minggu Ini
Tak hanya toko yang berada di jalan pantura yang diserbu pemudik, toko YES yang berada di rest area jalan tol Pejagan-Pemalang juga mengalami peningkatan penjualan selama arus mudik dan balik.
"Di rest area ramai juga. Mungkin setelah tanggal 8 ini pun masih ada sisa-sisa. Jadi kita berani stok lebih banyak karena animonya terasa," ujar Dhani.
Dhani pun mengapresiasi pemerintah yang kembali mengizinkan arus mudik pada Lebaran tahun ini. Dia juga menilai upaya pemerintah dalam mengamankan dan mengatur arus mudik berjalan sukses.
"Dengan diizinkan arus mudik, perekonomian masyarakat bergerak bersama. Efeknya domino, dari parkiran, pedagang asongan, pedagang eceran, hidup semua. Bareng-bareng mengangkat perekonomian," kata dia.
Pemilik toko Telur Asin HTM Jaya, Dinah juga mengungkapkan hal senada. Dia menyebut sejak H-2 hingga H+6 Lebaran, penjualan rata-rata berkisar 3.000 hingga 10.000 butir per hari.
"Kalau hari biasa, paling banyak 500 butir per hari yang terjual. Lebaran tahun 2020 dan 2021 malah maksimal hanya 200 butir sehari karena pandemi dan larangan mudik," ujarnya, Minggu (8/5/2022).
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Hadirkan Beautiful Nightmare, Saloka at Night Gelar Pesta Piyama Halloween Berhadiah Menarik
-
Kapolres Sukoharjo Dinonaktifkan Usai Penggeledahan Ponpes, Polri Periksa Tiga Pejabat Lain
-
Kunjungan di Wonosobo, Menteri Riefky Main Bundengan Dibimbing Sri Mulyani, Ananda Mikola Bernyanyi
-
Atasi Limbah Rumah Tangga, Pemprov Jateng Diganjar Rekor MURI Pengumpulan Minyak Jelantah Terbanyak
-
14 Tahun Mengabdi, Mantri BRI Wisnu Dampingi UMKM dari Kesulitan Modal hingga Naik Kelas