SuaraJawaTengah.id - Suripto, seorang difabel daksa menjadi sumber cahaya bagi sesama penyandang disabilitas di Karanganyar, Jawa Tengah selama pandemi Covid-19. Ia berkeliling mengedukasi dan melakukan advokasi bagi kelompok disabilitas guna memberikan informasi yang tepat mengenai pandemi dan vaksin Covid-19.
Pria sapaan Ripto ini terserang penyakit polio pada usia 5 tahun hingga kaki kanannya tidak bisa berjalan. Tapi, kegigihannya membuat Ripto tidak mengandalkan alat bantu dalam beraktivitas.
Bahkan, Ripto yang berprofesi sebagai petani dan peternak kambing sekaligus menjabat ketua RT di desanya, mampu mengendarai motor dengan segala keterbatasannya.
Ia sangat termotivasi mengedukasi kelompok penyandang disabilitas di wilayahnya, karena ingin menghilangkan ketakutan mereka terhadap Covid-19, mendorong budaya protokol kesehatan 5M untuk diterapkan dengan baik, dan meyakinkan teman-temannya vaksin Covid-9.
“Saya sadar betul, banyak teman-teman disabilitas tuli, netra, mental, dan daksa lainnya yang tidak cukup paham tentang pandemi ini. Padahal kami termasuk kelompok rentan yang perlu bertahan menghadapi Covid-19. Kami perlu tahu hal-hal seperti bagaimana menghindari infeksi, apa yang harus dilakukan saat infeksi, dan lain sebagainya,” tutur Ripto.
Ripto juga aktif di berbagai organisasi, komunitas dan lembaga swadaya masyarakat, seperti Layanan Inklusif Disabilitas dalam Penanggulangan Bencana (LIDi), Self Help Group (SHG), Pusat Pengembangan dan Pelatihan Rehabilitasi Bersumber Daya Masyarakat (PPRBM), dan menginisiasi pendirian Kelompok Pemberdayaan Tawangmangu (KPT).
Alasan kuat Ripto mengikuti banyak organisasi dilandasi oleh keinginan untuk membuktikan bahwa disabilitas fisik bukan suatu hambatan untuk maju.
“Selama pandemi saya banyak belajar dari internet dan juga organisasi yang saya ikuti sehingga saya bisa mendapatkan banyak informasi terkait Covid-19. Berkat hal tersebut saya rutin melakukan edukasi dengan tetangga baik saat berkumpul, melalui pendekatan door to door, dan grup WhatsApp. Biasanya saya menggunakan bahasa yang mudah dimengerti yaitu bahasa Jawa dan menyesuaikan dengan teman bicara saya,” jelas Ripto.
Berkat jerih payahnya, cakupan vaksinasi di wilayah Rukun Tetangga (RT) yang dipimpinnya mencapai 90 persen. Ada pun sisanya masih belum berpartisipasi dalam kegiatan vaksinasi, karena adanya penyakit penyerta lain.
Baca Juga: CDC Amerika Sedang Menyelidiki 109 Kasus Hepatitis Akut dan 5 Kematian Lebih Lanjut
Tapi, upaya Ripto mengedukasi dan melakukan sosialisasi ini juga tidak selalu mulus. Ripto sempat terpapar Covid-19 dengan gejala berat, sehingga harus dirawat di rumah sakit.
Pada waktu itulah, ia tidak bisa bertemu dengan warganya. Di sisi lain, ia juga harus berhadapan dengan kelompok yang tidak percaya adanya Covid-19.
Di tengah sosialisasi, tak jarang saya menjumpai teman-teman sesama penyandang disabilitas yang sebaliknya masih menganggap COVID-19 tidak ada dan menuduh bahwa pandemi ini adalah hal yang dibuat-buat oleh pihak tertentu. Padahal saya sendiri sudah pernah merasakan penderitaannya. Pengalaman saya ini adalah contoh bagi mereka bahwa Covid-19 itu ada," ungkapnya.
Segela setelah sembuh, ia sebagai ketua RT langsung menginisiasi program Jogo Tonggo, yang mana fokus utama programnya melakukan penanganan dan memberikan bantuan bagi warga desa yang melakukan isolasi mandiri akibat Covid-19.
Ripto kembali aktif mengajak warganya untuk membantu warga yang terkena Covid-19 dalam program tersebut. Sumber dana yang digelontorkan untuk membantu warganya pun berasal dari dana kas RW yang dikumpulkan oleh warga tiap bulannya.
Adapun bentuk bantuannya bisa berupa suplai bahan makanan, penjagaan di pintu masuk desa agar tidak menerima kunjungan tamu dari luar, mencarikan oksigen, memberi edukasi kepada masyarakat, dan lain-lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
-
9 Fakta Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur, Gerbong Wanita Jadi Titik Terparah
-
Cerita Pasutri Selamat dari Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi: Terpental hingga Pingsan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
Terkini
-
Jelang May Day di Semarang, Ahmad Luthfi Tekankan Kondusivitas Kunci Masuknya Investasi Rp110 T
-
Lebih dari Kebaya, BRI Blora Maknai Hari Kartini sebagai Simbol Kesetaraan di Era Perbankan Modern
-
Cuaca Jateng Hari Ini: Semarang Berpotensi Hujan, Dibayangi Ancaman Kemarau Terkering 30 Tahun
-
Komitmen Dukung Olahraga, BRI Berpartisipasi Hadirkan Clash of Legends 2026
-
Transformasi BRI Buahkan Hasil, Kredit Commercial Melonjak Pesat di Tengah Persaingan