SuaraJawaTengah.id - Couverture chocolate yakni cokelat berkualitas tinggi atau kerap disebut cokelat asli memiliki perbedaan dengan cokelat yang dicampur bahan lainnya atau compound chocolate.
Pemilik Usaha Pipiltin Cocoa Tissa Aunilla mengatakan, couverture chocolate terbuat dari biji cokelat asli dan ketika diolah menggunakan mesin maka akan menghasilkan cocoa butter dan cocoa powder yang akan meleleh ketika sampai di lidah.
"Sensasinya beda di lidah karena meleleh di suhu tubuh manusia," kata Tissa dikutip dari ANTARA, Kamis (12/5/2022).
Sementara pada compound chocolate, biji cokelat dicampur dengan minyak nabati sehingga perlu menguyah saat memakannya.
"Minyak nabati itu titik lelehnya berbeda dengan suhu tubuh manusia, jadi (compound chocolate) harus dikunyah dan biasanya agak menempel di langit-langit mulut. Itu perbedaannya dengan couverture chocolate," kata Tissa.
Berbicara tren cokelat di Indonesia, Tissa menyebut cokelat batangan atau kerap disebut chocolate bar dan minuman cokelat atau chocolate drink yang dibuat dengan cokelat leleh dengan rasa manis yang lebih sedikit dan konsistensi yang lebih kental, yang saat ini banyak disukai masyarakat.
"Selain chocolate bar, juga chocolate drink yang betul-betul trennya sangat baik, karena di Indonesia kita tidak terbiasa makan chocolate bar. Saya kalau ada di kulkas chocolate bar, lalu bosan, saya bikin jadi chocolate drink," tutur dia.
Tissa bersama adiknya, Irvan Helmi, melalui usaha bidang cokelatnya yang dibangun sejak tahun 2013 itu berusaha menghadirkan cokelat dengan kualitas baik sembari ikut membantu memberdayakan petani lokal. Biji cokelat mereka langsung dapatkan dari petani lokal.
"Kami bekerja sama dengan sekitar 2000 petani di Indonesia. Kami memberdayakan petani lokal yakni menghubungkan hulu dan hilir jadi Pipiltin di Jepang bisa menulis surat ke petani di Bali dan surat menyurat dan itu sangat mempengaruhi penjualan dan semangat petani. Petani termotivasi sekali karena cokelat Bali ada di Jepang, jadi punya tanggung jawab moral menjaga kualitas biji cokelat," jelas dia.
Baca Juga: WHO Soroti Bakteri Salmonella di Cokelat Kinder Kebal 6 Obat Antibiotik
Selain ke Jepang, saat ini, kakak beradik ini sudah bisa melakukan ekspor produknya ke negara lain seperti Rusia, Singapura, Malaysia dan bahkan Swiss.
Mengapa juga ke Swiss yang dikenal dengan produksi cokelatnya? Irvan mengatakan, hal ini salah satunya berpegang pada fakta cokelat di Indonesia unggul dalam hal keberagaman jenis dan ini nyaris tidak tertandingi oleh negara lain.
"Kami lihat ada satu fakta yang Indonesia punya dan tidak punya dimiliki negara lain yakni keberagaman cokelat. Indonesia negara dengan daerah asal penghasil cokelat yang spesifik yang paling beragam di dunia. Mungkin ada yang bisa menyaingi jumlah ekspor, hal-hal lain tapi untuk menyaingi keberagaman tidak bisa," kata dia.
Irvan berharap, melalui produknya yang saat ini bahan utamanya berasal dari enam wilayah di Indonesia yakni Aceh, Jawa Timur, Bali, Flores, Kalimantan Timur dan Papua Barat, bisa menghadirkan keberagaman cokelat Indonesia pada dunia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 5 Sunscreen untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan, RAM 6 GB Performa Jempolan
- 5 Sepatu Skechers Paling Nyaman untuk Jalan Kaki, Cocok Dipakai Lansia
- Purbaya Temukan Uang Ribuan Triliun Milik Jokowi di China? Kemenkeu Ungkap Fakta Ini
Pilihan
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
Terkini
-
BNPB Siapkan Amunisi Tambahan, Pesawat Modifikasi Cuaca Siap Serbu Langit Jateng
-
Tutorial Cara Menggunakan Aplikasi Cek Bansos Resmi Pemerintah
-
Kenapa Snaptik Populer sebagai TikTok Downloader? Ini Alasannya
-
Fakta-Fakta Miris Erfan Soltani: Demonstran Iran yang Divonis Hukuman Mati
-
Suzuki Fronx vs Honda WR-V: Ini 9 Perbandingan Lengkap yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Membeli