SuaraJawaTengah.id - Polres Magelang Kota menerima penyerahan senjata yang dipakai saat tawuran warga Kampung Nambangan dan Bogeman pada 7 Mei 2022. Warga kedua kampung bersepakat damai.
Penyerahan senjata disaksikan perwakilan Sekretaris Daerah Kota Magelang, Joko Budiyono, Ketua RW 07 Kelurahan Panjang, dan Ketua RW 18 Kelurahan Rejowinangun Utara.
Kapolres Magelang Kota, AKBP Yolanda Evalyn Sebayang mengatakan, penyerahan senjata sekaligus menjadi komitmen warga agar kasus serupa tidak terulang.
“Ini bukan hanya untuk warga Nambangan dan Bogeman. Ini untuk seluruh masyarakat yang ada di Kota Magelang, jangan sampai ada terjadi hal-hal yang yang seperti ini lagi,” kata AKBP Yolanda kepada wartawan, Jumat (13/5/2022).
Sebanyak 9 senjata tajam dan 5 pipa besi serta balok diserahkan warga Kampung Nambangan yang diwakili Rusadam, Ketua RW 18, Kelurahan Rejowinangun Utara.
Diantara senjata tajam terdapat sebilah pedang marsose (Marechausse) dan belati tradisional jenis kujang. Seluruh senjata diserahkan ke Polres Magelang Kota sebagai barang sitaan.
Pedang marsose dipakai oleh pasukan khusus tentara Belanda yang pertama kali digunakan pada perang Aceh antara tahun 1873 hingga 1904.
Ciri khas pedang marsose terlihat pada besi melengkung pada sekitar gagang yang berfungsi melindungi punggung jari. Kelewang marsoses merupakan senjata modifikasi dari pedang Eropa yang disesuaikan dengan medan pertempuran jarak dekat di Aceh.
Kapolres Magelang Kota, AKBP Yolanda Sebayang berharap konflik kedua kampung Nambangan dan Bogeman berhenti disini. Jika kemudian hari didapati warga membawa senjata tajam akan dikenakan tindakan hukum sesuai UU Darurat.
Baca Juga: Polisi Bekuk 3 Pelajar Hendak Tawuran di Cempaka Putih, Positif Narkoba
“Ini solusi yang kita harapkan. Tapi bukan berarti berhenti disini. Kita sepakat apabila nanti mereka masih didapati membawa sajam, kita langsung menindak menggunakan UU Darurat. Jadi proses hukum tetap kita jalankan,” ujar Kapolres.
Sekretaris Daerah Kota Magelang, Joko Budiyono menjamin kasus tawuran warga Nambangan dan Bogeman tidak akan terulang. Warga menerima arahan agar betul-betul menjaga wilayah masing-masing.
“Saya menjamin yang dari wilayah Bogeman tidak akan ke Nambangan dan begitu juga sebaliknya. Ada jaminan,” kata Joko Budiyono.
Pemerintah Kota Magelang menginisiasi Kampung Pancasila dan Kampung Religi agar masalah sosial seperti tawuran bisa diatasi. “Satu-satunya jalan memberikan edukasi masyakarat. Kami sedang menyusun kegiatan antara Bogeman dan Nambangan itu bisa bersatu," tuturnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Sukses BRIvolution: Transaksi QRIS dan Merchant BRI Melesat
-
Pembukaan Rute dan Layanan Baru Dongkrak Arus Peti Kemas Nasional
-
Sesepuh JI Buka Suara Soal Pemberantasan Korupsi, Dibuat Usai eks Jampidsus Ditetapkan Tersangka
-
BRI Peduli dan Petani Lokal di Karawang Bersinergi Tanam 24.000 Mangrove
-
Semangat Mantri BRI Hadirkan Layanan hingga Pelosok Toraja