Ditinggalkan usai letusan dahsyat Gunung Merapi
Dikutip dari kajian Balai Konservasi Borobudur, Candi Borobudur kemungkinan sudah tidak terpelihara sejak abad ke-10 Masehi, ketika pusat kegiatan berpindah dari Jawa Tengah ke Jawa Timur akibat terjadi letusan gunung Merapi yang dahsyat pada tahun 1006.
Berbagai literatur menyebut bahwa candi ini baru diketahui kembali keberadaannya oleh Thomas Stamford Raffles pada 1814, yang saat itu menjabat sebagai gubernur jenderal di Jawa, pada masa kependudukan Inggris.
Publikasi UNESCO berjudul The Restoration of Borobudur menjabarkan bahwa Raffles mengutus HC Cornelius, untuk meneliti informasi tersebut. Namun yang dia temukan adalah sebuah bukit yang ditumbuhi pepohonan dan semak belukar.
Cornelius merekrut 200 orang warga desa sekitar untuk menebangi pohon dan menyingkirkan semak-semak. Penggalian itu berlangsung selama dua bulan, tetapi beberapa bagian tidak bisa digali karena berpotensi runtuh.
Sejak 1817 hingga seterusnya penggalian skala kecil dilakukan, tetapi hasilnya tidak pernah tercatat.
Baru pada 1834, bangunan candi terlihat setelah residen di wilayah Kedu pada saat itu, CL Hartmann membersihkan secara menyeluruh.
Sejarawan dan arkeolog Soekmono, dalam bukunya berjudul Satu Abad Usaha Penyelamatan Candi Borobudur (1991) menyebutkan bahwa upaya pemotretan relief Borobudur mulai dilakukan pada 1845 oleh juru foto bernama Schaefer.
Namun karena hasil fotonya dianggap tidak memuaskan, dokumentasi relief Borobudur digambar dengan tangan oleh seorang tentara bernama FC Wilsen. Sedangkan naskah yang menguraikan tentang Borobudur ditulis oleh Brumund dan disempurnakan oleh Leemans menjadi monografi resmi pada 1873.
Baca Juga: Sandiaga Uno Nyatakan Tunda Kenaikan Harga Tiket Candi Borobudur
Sejarawan Peter Carey: Bukan Raffles yang menemukan kembali Candi Borobudur
Akan tetapi, sejarawan Peter Carey memiliki pandangan berbeda terkait siapa yang pertama kali menemukan kembali Candi Borobudur setelah berabad-abad monumen suci umat Buddha itu tidak diketahui keberadaannya.
Menurut Carey, keberadaan Candi Borobudur telah diketahui oleh VOC pada abad ke-17 melalui seorang insinyur militer VOC asal Prussia bernama Carl Friedrich Reimer.
Pada penghujung 1780-an, Reimer ditugaskan untuk mensurvei seluruh benteng VOC di Nusantara dan menemukan bahwa ada candi di lokasi Borobudur berada. Temuan itu dia tampilkan pada peta yang dibuatnya.
Pada saat itu Borobudur diselimuti oleh tumbuhan, pohon, penuh dengan abu vulkanik dari erupsi Merapi. Menurut Carey, penemuan Raffles sendiri berlandaskan pada temuan VOC yang lebih dulu.
"Jadi tidak simsalabim dia [Raffles] menemukan. Dia adalah orang yang gemar menggembar-gemborkan kepentingan dari zaman [Jawa diduduki] Inggris dan kepentingan dia sendiri sebagai seorang ahli," jelas Carey.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
- Deretan Mobil Bekas 80 Jutaan Punya Mesin Awet dan Bandel untuk Pemakaian Lama
- Jadwal M7 Mobile Legends Knockout Terbaru: AE di Upper, ONIC Cuma Punya 1 Nyawa
Pilihan
-
Ekonomi Tak Jelas, Gaji Rendah, Warga Jogja Berjuang untuk Hidup
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
Terkini
-
Bukan Sekadar Bantuan, BRI Ungkap Strategi Jitu Perkuat Ekonomi Desa Lewat Program Desa BRILiaN
-
KPK Geledah Rumah Dinas dan Kantor Bupati Pati Sudewo, Kasus Korupsi Makin Terkuak!
-
Banjir Landa Pantura Pati-Juwana: Hindari Kemacetan dengan Jalur Alternatif Ini!
-
Waspada! Semarang Diguyur Hujan Seharian, BMKG Prediksi Dampak Cuaca Ekstrem Hingga Akhir Januari
-
Mengenal Rumus Segitiga Sembarang dan Cara Menghitung Luasnya