- BMKG memprakirakan Semarang akan diguyur hujan ringan hingga sedang pada Kamis, 22 Januari 2026, warga diminta bersiap.
- Warga diimbau waspada cuaca ekstrem hingga akhir Januari 2026 karena gangguan dinamika atmosfer berpotensi memicu banjir dan longsor.
- Penyebab utama peningkatan curah hujan adalah pengaruh Bibit Siklon Tropis 97S yang berada di Samudra Hindia selatan Indonesia.
SuaraJawaTengah.id - Bagi warga Kota Semarang yang hendak beraktivitas di luar ruangan pada Kamis (22/1/2026), ada baiknya mempersiapkan jas hujan atau payung sejak pagi.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan Kota Lumpia berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang hari ini. Kondisi basah ini diprediksi terjadi merata, sejalan dengan prakiraan cuaca di kota-kota besar lain di Pulau Jawa seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya.
Prakirawan BMKG, Lintang Alya, menyebutkan bahwa dominasi awan hujan memang menyelimuti sebagian besar wilayah Indonesia hari ini, termasuk di wilayah Jawa Tengah.
Waspada Cuaca Ekstrem Jelang Akhir Januari
Tak hanya untuk hari ini, warga Semarang juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan menjelang akhir bulan Januari 2026. BMKG mendeteksi adanya dinamika atmosfer yang dapat memicu cuaca ekstrem di wilayah Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa gangguan atmosfer yang terpantau saat ini memicu pertumbuhan awan konvektif secara signifikan. Hal ini berpotensi meningkatkan curah hujan dalam sepekan ke depan.
"Kondisi ini dapat memicu potensi banjir, tanah longsor, dan gangguan pada sektor transportasi di wilayah terdampak," jelas Faisal. Mengingat topografi Semarang yang memiliki area rawan banjir di wilayah bawah dan rawan longsor di wilayah atas, peringatan ini menjadi sangat krusial.
Penyebab: Bibit Siklon Tropis 97S
Peningkatan curah hujan ini salah satunya dipengaruhi oleh faktor teknis berupa adanya Bibit Siklon Tropis 97S di Samudra Hindia selatan Indonesia. Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, mencatat sistem ini memiliki kecepatan angin maksimum 15 knot (28 km/jam).
Baca Juga: Gebrakan Awal 2026: Ribuan Talenta Sepak Bola Putri Unjuk Gigi di MLSC Semarang
BMKG meminta masyarakat Semarang untuk tetap tenang namun terus memantau informasi cuaca terkini dan waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
Pilihan
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
Terkini
-
Waspada! Semarang Diguyur Hujan Seharian, BMKG Prediksi Dampak Cuaca Ekstrem Hingga Akhir Januari
-
Mengenal Rumus Segitiga Sembarang dan Cara Menghitung Luasnya
-
Apel Siaga Bulan K3 Nasional, Semen Gresik Tegaskan K3 sebagai Budaya dan Prioritas Utama
-
Warga Pati Berpesta: Kembang Api Sambut Tumbangnya Bupati Sudewo
-
7 Fakta Mengejutkan Kasus Korupsi Bupati Pati: Dari Jual Beli Jabatan hingga Suap Proyek Kereta Api