- Hujan deras menyebabkan genangan banjir signifikan di empat titik sepanjang Jalur Pantura Pati-Juwana, Jawa Tengah.
- Satlantas Polresta Pati memberlakukan rekayasa lalu lintas terbatas meski arus masih dapat dilalui pengaturan petugas.
- Pengguna jalan diimbau menggunakan jalur alternatif Pati-Kayen-Juwana untuk menghindari potensi kemacetan dan genangan air.
SuaraJawaTengah.id - Genangan banjir kembali menghantui jalur pantai utara (pantura) Pati-Juwana, Jawa Tengah, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Situasi ini memicu rekayasa lalu lintas terbatas oleh Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Kota Pati demi menjaga keamanan dan kelancaran arus kendaraan.
Bagi Anda yang berencana melintasi jalur ini, penting untuk mengetahui titik-titik genangan dan mempertimbangkan jalur alternatif agar perjalanan tetap lancar dan aman.
Titik-Titik Genangan Banjir di Pantura Pati-Juwana
Berdasarkan pantauan di lapangan, setidaknya ada empat lokasi genangan banjir yang signifikan di sepanjang Jalan Pati-Juwana:
- Kilometer 3,5 (depan diler mobil Honda): Ketinggian air 5-10 cm, panjang genangan sekitar 100 meter.
- Kilometer 4 (sekitar Simpang Tiga Widorokandang): Ketinggian air 5-10 cm, panjang genangan sekitar 75 meter.
- Kilometer 4,5 (depan SPBE): Ketinggian air 5-10 cm, panjang genangan sekitar 100 meter.
- Kilometer 5 (depan PT Bumi Indo): Ketinggian air mencapai 15-20 cm, panjang genangan sekitar 200 meter.
Genangan-genangan ini, terutama di Simpang Tiga Widorokandang, menyebabkan perlambatan arus lalu lintas yang signifikan, baik dari arah Kota Pati menuju timur, dari arah timur menuju kota, maupun dari arah Widorokandang.
"Meskipun demikian, arus lalu lintas masih dapat dilalui kendaraan dengan pengaturan petugas di lapangan," ujar Inspektur Polisi Dua Andika Nofian dari Satlantas Polresta Pati dikutip dari ANTARA pada Kamis (22/1/2026).
Saran Jalur Alternatif untuk Menghindari Banjir
Meskipun petugas berupaya mengatur lalu lintas, kondisi banjir yang fluktuatif dan potensi kemacetan yang panjang bisa sangat mengganggu perjalanan Anda.
Baca Juga: Kenapa Snaptik Populer sebagai TikTok Downloader? Ini Alasannya
Oleh karena itu, sangat disarankan untuk mempertimbangkan jalur alternatif, terutama jika Anda mengendarai kendaraan roda dua atau kendaraan pribadi dengan ground clearance rendah.
Untuk menghindari genangan di jalur Pantura Pati-Juwana, terutama dari arah Pati menuju Juwana atau sebaliknya, Anda bisa mengambil jalur alternatif melalui Jalan Raya Pati-Kayen-Juwana.
Jalur ini memang sedikit memutar dan mungkin menambah waktu tempuh, namun dapat menghindarkan Anda dari risiko terjebak kemacetan atau kerusakan kendaraan akibat genangan air.
Berikut rincian jalur alternatif yang bisa Anda pertimbangkan:
Dari Pati Menuju Juwana (atau sebaliknya):
- Ambil arah menuju Kayen dari pusat Kota Pati.
- Ikuti Jalan Raya Pati-Kayen hingga Anda mencapai wilayah Juwana.
- Jalur ini akan membawa Anda melewati pedesaan dan area yang lebih tinggi, sehingga relatif aman dari genangan banjir di pantura.
Imbauan Penting bagi Pengguna Jalan
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
BRI DPLK: Cara Buka Dana Pensiun dan Aktifkan Autopayment di BRImo
-
Polisi Libatkan Densus 88 dan Jatanras Usut Pembakaran Warung Mi dan Babi di Sukoharjo
-
Wapres Gibran Serukan Dukungan untuk Stabilitas Ekonomi Usai Pergantian Menkeu
-
20 Ribu Prompt Belum Tentu Jadi Hak Cipta, Pakar Soroti Batas Karya AI
-
UU Ketenagakerjaan Dikejar Deadline, Akademisi Soroti Minimnya Riset Empiris