SuaraJawaTengah.id - PT Semen Gresik (PTSG) berkolaborasi dengan BPBD Rembang dan Pemerintah Desa Criwik melaksanakan kegiatan Optimalisasi Desa Tangguh Bencana di Desa Criwik, Kecamatan Pancur, Kabupaten Rembang.
Kegiatan yang diselenggarakan pada Rabu, (22/6/2022), tersebut terdiri dari sosialisasi dan simulasi tanggap bencana, pembuatan dan penempatan tanda-tanda peringatan bencana, pembuatan pos siaga bencana, serta penyediaan alat early warning system.
Hadir dalam kesempatan tersebut Perwakilan Manajemen PTSG, Kepala Pelaksana BPBD Kab Rembang, Forkopimcam Pancur, Pemdes Criwik, Lembaga Desa, Tokoh Masyarakat, dan Tokoh Agama Desa Criwik.
Senior Manajer Komunikasi & CSR PTSG menjelaskan bahwa kegiatan Optimalisasi Desa Tangguh Bencana merupakan komitmen perusahaan dalam mendukung BPBD untuk mencapai misi "Ketangguhan Bangsa dalam Menghadapi Bencana."
Baca Juga: Dananto Adi Terpilih sebagai Ketua Umum Serikat Karyawan Semen Gresik Periode 2022-2025
Ia berharap, kegiatan tersebut dapat meningkatkan kemampuan warga untuk mengenali ancaman bencana di wilayahnya, serta agar warga mampu mengorganisasikan sumber daya untuk mengurangi kerentanan dan risiko bencana.
"Perusahan melihat bencana bukan hanya urusan pemerintah. Perlu adanya sinergi dalam penanggulangan bencana dari segala sektor masyarakat. Semen Gresik berkomitmen untuk mengambil peran dalam hal tersebut," ujar Dharma dalam rilisnya, Kamis, (23/6/2022).
Menurut Dharma, pada tahun 2020 telah ditandatangani nota kesepahaman antara PTSG dengan BPBD Kabupaten Rembang terkait kerjasama dalam upaya penanggulangan bencana. Desa Criwik kemudian dipilih sebagai sasaran program Desa Tangguh Bencana sesuai hasil pengkajian risiko potensi bencana dari BPBD Kabupaten Rembang.
Sub Koordinator Pencegahan BPBD Rembang menyatakan bahwa PTSG telah membantu dalam proses Optimalisasi Desa Tangguh Bencana. Sebagai sebuah lembaga pemerintah yang bertugas dalam penanggulangan bencana, BPBD Rembang membutuhkan bantuan dari banyak pihak, salah satunya PTSG sebagai korporasi.
Ia berharap kerjasama antara BPBD Rembang dan PTSG dapat tetap terjalin secara berkesinambungan.
"BPBD Rembang tidak dapat berjalan sendiri tanpa bantuan dari pelaku usaha dalam upaya edukasi mitigasi bencana kepada masyarakat. Peran PTSG sangat dibutuhkan dalam proses edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pengetahuan kebencanaan, " tandas Yahya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
Pilihan
-
Dear Timnas Indonesia U-17! Awas Korsel Punya Dendam 23 Tahun
-
Piala Asia U-17: Timnas Indonesia U-17 Dilumat Korsel Tanpa Ampun
-
Media Korsel: Hai Timnas Indonesia U-17, Kami Pernah Bantai Kalian 9-0
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
Terkini
-
Operasi Ketupat Candi 2025: Kapolda Jateng Kawal Kenyamanan Pemudik di Jalur Solo-Jogja
-
Terapkan Prinsip ESG untuk Bisnis Berkelanjutan, BRI Raih 2 Penghargaan Internasional
-
Pemudik Lokal Dominasi Arus Mudik di Tol Jateng, H+1 Lebaran Masih Ramai
-
Koneksi Tanpa Batas: Peran Vital Jaringan Telekomunikasi di Momen Lebaran 2025
-
Hindari Bahaya, Polda Jateng Tegaskan Aturan dalam Penerbangan Balon Udara