SuaraJawaTengah.id - Rencana pemerintah untuk memberlakukan aturan pembelian minyak goreng curah harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi nampaknya bakal mendapat banyak kendala. Pasalnya para pedagang merasa keberatan dengan rencana aturan tersebut.
Ibu Tohirin (27) salah satunya. Pedagang sembako di Pasar Manis Purwokerto ini mengaku bakal pusing jika saja rencana tersebut terealisasi. Pembelinya selama ini berada dari kalangan usia paruh baya.
Menurutnya aturan tersebut bakal menyulitkan dia dan konsumennya yang rata-rata belum menggunakan ponsel berbasis android.
"Ya bayangkan, masa Mbah-mbah disuruh pakai aplikasi PeduliLindungi. Pasti tidak mudeng lah. Soalnya selama ini konsumen saya rata-rata penjual gorengan. Terus kepriwe gole tuku? (Terus bagaimana belinya?)," katanya dengan nada kesal saat ditemui di Pasar Manis Purwokerto, Senin (27/6/2022).
Baca Juga: Begini Cara Membeli Minyak Goreng Curah Pakai PeduliLindungi atau NIK
Tohirin beranggapan ada alternatif lainnya jika tidak menggunakan aplikasi untuk membeli migor curah. Yaitu dengan fotokopi identitas diri.
"Okeh ada alternatif lain pake NIK. Tapi otomatis masa ke pasar harus fotokopi KTP dulu. Kaya mau utang saja," terangnya.
Ia mengira jika aturan tersebut mulai berlaku, akan kembali kesulitan mencari minyak goreng curah seperti saat awal polemik minyak goreng. Sebelum minyak goreng langka, dirinya bisa mengambil 10 jeriken dalam seminggu. Namun kini dibatasi 4 jeriken setiap minggu.
"Kadang kan dari distributornya otomatis dipersulit. Kaya dahulu dibatasi. Biasanya ambilnya boleh 10 sampai 20 jeliken. Pas aturan kemarin saya cuma dikasih 4 jeliken. Itu cuma buat sehari-dua hari habis. Ambilnya lagi setiap hari Rabu perminggu," jelasnya.
Selama ini ia menjual minyak goreng dengan harga Rp15.500 perkilogram (10 ons), sedangkan untuk satu liter (8 ons) dihargai Rp 14.000. Kebanyakan dari konsumennya tidak mengetahui perbedaan harga tersebut.
Baca Juga: Berharap Bisa Mengubah Nasib, 20 Penyandang Disabilitas Ikuti Pelatihan IT di SMK Telkom Purwokerto
"Ada juga kafe itu menawar harga. Mintanya satu kilogram minyak goreng tapi harganya pakai yang per liter. Capek saya jelasinnya. Padahal kan itu berbeda," tuturnya.
Sementara itu, pedagang lainnya Irfan Widiantoro (37), mengeluhkan hal serupa. Menurutnya penggunaan aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat pembelian minyak goreng curah bakal menyusahkan dia dan konsumennya.
"Sebenarnya yang dibutuhkan warga itu kebijakan harga minyak goreng murah. Kaya sekarang kan itu sudah harga Rp 14 ribu. Ya sudah tidak usah lagi pakai syarat ini itu. Yang penting minyak goreng harganya murah," ungkapnya.
Ia khawatir dengan adanya kebijakan penggunaan NIK dan aplikasi PeduliLindungi untuk pembelian minyak goreng curah, akan muncul kecurangan lain yang bakal dilakukan oleh konsumen. Karena pelaksanaannya bakal minim pengawasan.
Kontributor : Anang Firmansyah
Berita Terkait
-
Rumah Pangan PNM, Solusi Ketahanan Pangan untuk Masyarakat Purwokerto
-
Telkom Mau Bikin Aplikasi Khusus untuk Pantau Program Makan Bergizi Gratis
-
Modus Curang! MinyaKita Dikemas Ulang Jadi Minyak Curah
-
Mendobrak Stereotip! Suci Muliani Buktikan Kehebatan Pembalap Wanita di HDC 2024
-
Dari Pemula Hingga Expert: 9 Kelas Perebutkan Gelar Juara HDC 2024 Purwokerto
Tag
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Sebut Masjid Al Jabbar Dibangun dari Dana Pinjaman, Kini Jadi Perdebatan Publik
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Yamaha NMAX Kalah Ganteng, Mesin Lebih Beringas: Intip Pesona Skuter Premium dari Aprilia
- JakOne Mobile Bank DKI Bermasalah, PSI: Gangguan Ini Menimbulkan Tanda Tanya
Pilihan
-
Hasil Liga Thailand: Bangkok United Menang Berkat Aksi Pratama Arhan
-
Prediksi Madura United vs Persija Jakarta: Jaminan Duel Panas Usai Lebaran!
-
Persib Bandung Menuju Back to Back Juara BRI Liga 1, Ini Jadwal Lengkap di Bulan April
-
Bocoran dari FC Dallas, Maarten Paes Bisa Tampil Lawan China
-
Almere City Surati Pemain untuk Perpanjang Kontrak, Thom Haye Tak Masuk!
Terkini
-
Jangan Paksakan ke Rest Area saat Arus Balik, Ini Tips Istirahat Aman dan Nyaman dari Kapolri
-
Tak Hanya THR, Desa Wunut Tunjukkan Kepedulian Nyata Lewat Jaminan Sosial
-
Nikmati Libur Lebaran, Ribuan Wisatawan dari Berbagai Daerah Ramaikan Saloka Theme Park
-
Viral Tarian Bagi-bagi THR Diduga Tarian Yahudi? Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Kenapa Banyak yang Menikah di Bulan Syawal? Ini Jawabannya