SuaraJawaTengah.id - Atlet Panjat Tebing Indonesia asal Batang, Kiromal Katibin kembali mencatatkan rekor dunia. Ia tampil luar biasa di IFSC World Cup Chamonix 2022.
Video yang beredar di media sosial Instagram @fpti_official, Kiromal melesat sangat cepat dikejuaraan tersebut.
"New World Record! Kiromal Katibin, Spiderman Indonesia lagi-lagi berhasil memecahkan rekor dunia, kali ini dengan catatan waktu 5,00 detik. Rekor yang sangat luar biasa ini ia cetak di IFSC World Cup Chamonix 2022 di babak kualifikasi. Mari dukung selalu atlet panjat tebing Indonesia," tulis akun tersebut yang dikutip pada Selasa (12/7/2022).
Diketahui, Atlet panjat tebing Indonesia Kiromal Katibin sebelumnya telah mencatatkan rekor dunia dengan catatan waktu 5.04 detik pada babak kualifikasi nomor speed putra dalam ajang Speed and Lead World Cup di Villars, Swiss, Jumat (30/6/2022) waktu setempat.
Baca Juga: Atlet Panjat Tebing Indonesia, dari Rekor Dunia Tercepat hingga Sabet Semua Medali
Dalam laman resmi Federasi Olahraga Panjat Tebing Internasional (IFSC) seperti dimuat ANTARA , Sabtu (1/7/2022), disebutkan Kiromal Katibin dua kali melakukan pemecahan rekor di Swiss.
Sebelum membukukan 5,04 detik, pada hari yang sama dia lebih dulu melibas dinding setinggi 15 meter dengan 5.09 detik.
Torehan waktu di Swiss lebih baik dari sebelumnya saat dia tampil di nomor speed putra pada babak kualifikasi di World Cup International Sport Climbing (IFSC) di Salt Lake City, Amerika Serikat (AS), Jumat (27/5) dengan 5.10 detik.
Ini merupakan kali kelima secara keseluruhan atau ketiga sepanjang tahun ini nama Katibin tercatat sebagai pemegang rekor dunia untuk nomor speed putra.
Kali pertama Katibin menobatkan diri sebagai pemegang rekor dunia saat tampil di Salt Lake City, 28 Mei 2021, dengan 5.25 detik.
Baca Juga: Top 5 Sport Sepekan: 3 Atlet Voli Putri Indonesia di SEA Games 2021 yang Juga Berstatus Selebgram
Kemudian rekor tersebut sempat dipecahkan oleh sesama atlet Indonesia Veddriq Leonardo pada hari yang sama dengan 5.20 detik.
Lalu, Katibin kembali menyandang status pemegang rekor dunia pada 6 Mei 2022 di Seoul, Korea Selatan dengan 5.17 detik sebelum mempertajamnya di Salt Lake City pada 27 Mei 2022.
Adapun pada babak kualifikasi Speed and Lead World Cup di Swiss, Katibin berada di atas dua wakil Cina Long Chao dan Jianguo Long yang menempati urutan kedua dan ketiga dengan masing-masing membukukan 5.21 detik dan 5.21 detik.
Berita Terkait
-
Jejak Rocky Gerung di Olahraga, Sebut Naturalisasi Timnas Indonesia Sebagai Penipuan Sensasi
-
Prestasi Mentereng Veddriq Leonardo, Spiderman Indonesia yang akan Disambut Besar-besaran Masyarakat Kalbar
-
Usai Veddriq Leonardo Raih Emas Olimpiade Paris, Pemerintah RI: Cabor Panjat Tebing jadi Andalan Baru
-
Pas Banget! Ini Kode Alam Kemerdekaan Indonesia Dibalik Waktu 4,75 Detik Veddriq Leonardo
-
Rangking Veddriq Leonardo, Peraih Medali Emas di Olimpiade Paris 2024
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
Operasi Ketupat Candi 2025: Kapolda Jateng Kawal Kenyamanan Pemudik di Jalur Solo-Jogja
-
Terapkan Prinsip ESG untuk Bisnis Berkelanjutan, BRI Raih 2 Penghargaan Internasional
-
Pemudik Lokal Dominasi Arus Mudik di Tol Jateng, H+1 Lebaran Masih Ramai
-
Koneksi Tanpa Batas: Peran Vital Jaringan Telekomunikasi di Momen Lebaran 2025
-
Hindari Bahaya, Polda Jateng Tegaskan Aturan dalam Penerbangan Balon Udara