Perjuangan Riko dalam kasus yang dilaporkan tersebut mendapat berbagai rintangan karena sosok pelaku merupakan seorang kiai pengasuh dan sekaligus pemilik ponpes terkemuka di Demak. Selain itu, proses penyelidikan kasus di polisi juga berjalan lambat.
Setelah tiga tahun, pelaku baru ditetapkan sebagai tersangka dan kasusnya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Demak untuk disidangkan. Namun sejak ditetapkan tersangka dan mulai disidangkan, pelaku tak ditahan.
Bahkan penanganan kasus sempat dihentikan pada 2021 karena dinilai tidak ada unsur pidana sebelum akhirnya dilanjutkan kembali karena langkah Riko melaporkan penanganan kasus ke Propam Mabes Polri.
Selama proses penyelidikan, Riko juga sempat melakukan aksi jalan kaki dari Semarang dengan tujuan Mabes Polri, Jakarta pada 6 Desember 2021. Hal itu dia lakukan agar polisi serius menindaklanjuti laporannya.
"Waktu itu kasus dihentikan, dan pelaku belum juga ditetapkan jadi tersangka. Itu saya jalan kaki dari Semarang mau ke Jakarta, tapi sampai di Pemalang saya dijemput kasatreskrim Polres Demak, kanit PPA dan penyidik atas perintah dari Kapolres Demak. Dijanjikan kasus akan diproses, sehinggga saya pulang ke Semarang lagi," ungkapnya.
Sejak dilaporkan hingga akhirnya disidangkan, Riko menyebut proses penanganan kasus banyak kejanggalan. Salah satunya polisi sempat menyebut kasus yang dilaporkan adalah delik aduan. Selain itu, korban-korban lain yang disebut Riko juga tak dipanggil untuk diperiksa.
"Padahal kekerasan terhadap anak di bawah umur adalah tindak pidana. Bukan delik aduan. Sejak masa penyelidikan hingga penetapan tersangka dan P21 (berkas kasus dinyatakan lengkap) juga membutuhkan waktu tiga tahun setengah," ujar dia.
Setelah kini kasus yang dilaporkannya akhirnya disidangkan, Riko tak sepenuhnya merasa lega. Sebabnya, pelaku yang sudah menjadi terdakwa dituntut ringan.
"Jadi saya kembali melakukan jalan kaki dari Semarang ke Jakarta agar hakim bisa terbuka mata hatinya dan hukuman yang diputuskan ada efek jera bagi pelaku. Ini juga sebagai contoh bagi masyarakat agar tidak takut melapor dan melakukan tindakan untuk memperjuangkan keadilan dan kebenaran," tandasnya.
Baca Juga: 5 Fakta Ricky Martin Dituduh Lakukan Kekerasan dan Inses pada Keponakan, Terancam 50 Tahun Penjara?
Tak ada persiapan khusus yang dilakukan Riko dalam aksi jalan kakinya. Dia juga tak banyak membawa bekal, antara lain berupa dua celana panjang, dua baju koko, satu sarung, dua kopiah, serta sepasang sepatu dan sandal.
Selama menyusuri aspal dan beton jalanan pantura hingga tiba di Kota Tegal, Riko beristirahat saat memasuki waktu salat Dhuhur dan bermalam di sekitar makam ulama.
"Alhamdulillah sejak perjalanan dari Semarang tidak ada kendala, masih sehat, banyak juga orang yang bersimpati. Istri, anak, ibu saya, dan kakak saya meridhoi saya berjalan kaki. Walaupun sempat khawatir juga, karena yang namanya ikhtiar untuk mendapat keadilan itu pasti banyak kesulitan, tapi saya yakin Allah tidak tidur. Yang hak itu hak, yang bathil akan bathil," tuturnya.
Kontributor : F Firdaus
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 43 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 7 Maret 2026: Klaim 10 Ribu Gems dan Kartu Legenda
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- 8 Rekomendasi Moisturizer Terbaik untuk Mencerahkan Wajah Jelang Lebaran
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Siapa Istri Zendhy Kusuma? Ini Profil Evi Santi Rahayu yang Polisikan Owner Bibi Kelinci
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Mantan Pj Gubernur Sulsel Tersangka Korupsi Bibit Nanas
-
Trump Cetak Sejarah di AS: Presiden Pertama yang Berperang Tanpa Didukung Warganya
-
IHSG Keok 3,27 Persen Terimbas Konflik Iran-AS, Bos BEI: Kita Sudah Kuat!
-
Harga Minyak Mulai Turun Usai Beredar Kabar G7 Lepas Cadangan 400 Juta Barel
-
Rusia Kasih Data Aset Militer AS ke Iran untuk Dihancurkan, Termasuk Lokasi Kapal dan Jet Tempur
Terkini
-
Peringatan Keras Gubernur Luthfi untuk Kepala Daerah, OTT KPK Cukup Pati dan Pekalongan!
-
Pengusaha dan Pelindo Antisipasi Kepadatan Logistik Jelang Lebaran Meningkat
-
Jawa Tengah Bersiap Sambut 'Serbuan' Pemudik Lebaran 2026: Antara Kerinduan dan Kesiapan Darurat
-
Semen Gresik Gelar Berkah Ramadan Bersama Masyarakat Enam Desa di Rembang dan Blora
-
Buka Puasa Makin Seru, Transaksi QRIS BRImo di Kenangan Brands Dapat Cashback 40%