SuaraJawaTengah.id - Atlet lari Robi Syianturi mengingatkan bahwa tak hanya persiapan fisik, pemilihan sepatu yang tepat juga sangat penting untuk keselamatan saat berlari.
Menurutnya, pemilihan sepatu sangat penting sekali karena hal tersebut menjadi modal awal jika ingin berolahraga.
"Jadi pemilihan sepatu harus tepat, sesuai dengan tipe kaki kita atau pun lingkup diametri kaki kita. Sebab mau nggak mau sepatu itu yang akan kita bawa terus untuk berlari. Jadi kalau pemilihan sepatu saja nggak tepat, gimana larinya mau efisien?" kata Robi dilansir dari ANTARA, Minggu (17/7/2022).
Lebih lanjut, Robi pun membagikan tips untuk memilih sepatu yang tepat untuk berlari. Hal pertama yang harus diperhatikan sebelum memilih sepatu lari adalah tipe kaki masing-masing. Sebab, sepatu dengan tipe kaki yang pas akan membuat lari menjadi lebih efisien.
"Nah tips memilih sepatu yang tepat itu kita lihat dulu bagaimana tipe kaki kita. Contoh, tipe kaki saya ini kan lurus. Jadi nggak melebar. Sehingga kita harus memilih sepatu untuk tipe yang kakinya lurus," jelas Robi.
"Kalau pemilihan sepatunya nggak tepat dapat mempengaruhi banyak hal sih ya. Yang pertama rentan cedera, yang kedua larinya nggak efisien. Kalau larinya nggak efisien maka bisa terjadi yang namanya kesemutan dan kapalan. Jadi tepat ini dari ukuran, dari tipe harus tepat," sambungnya.
Di sisi lain, Fajar Nugraha selaku Marketing Manager PT ASICS Indonesia Trading juga menyampaikan hal yang serupa.
Selain memilih sepatu sesuai tipe kaki, pemilihan sepatu sesuai dengan tipe berlari juga perlu diperhatikan.
Untuk mengetahui hal tersebut, ASICS memiliki alat yang dapat dicoba oleh para pembeli di beberapa tokonya seperti di Grand Indonesia, Pondok Indah Mall dan Mall Kota Kasablanka.
Baca Juga: Jangan Langsung Dibuang, Sepatu Bekas dan Sepatu Rusak Masih Bisa Bermanfaat Lho!
"Sebenarnya yang paling basic adalah mengetahui tipe kaki atau tipe berlarinya seperti apa. Nah ASICS itu punya alatnya. Di Jakarta itu ada di toko ASICS di Grand Indonesia, PIM, sama Kota Kasablanka," ujar Fajar.
"Dari situ bisa diketahui tuh. Misalkan kayak ada orang-orang yang netral, ada juga kakinya datar jadi cenderung over pronation. Berpijaknya ke dalam. Nah itu biasanya membutuhkan sepatu yang berbeda-beda. Kalau dia over pronation tapi pakai yang terlalu banyak cushion, itu nggak akan maksimal kenyamanannya," imbuhnya.
Terakhir, pembeli juga perlu memperhatikan level training masing-masing. Sebab, Fajar menjelaskan bahwa level training seseorang juga akan membuat kebutuhan pelari masing-masing akan berbeda.
"Faktor lainnya, dimana nih level of training-nya mereka? Misalkan sudah ada program latihan ingin meningkatkan speed-nya di race, tentu kebutuhannya berbeda dengan mereka yang menjadikan lari hanya sebagai kegiatan sehari-hari," ungkap Fajar.
"Jadi faktor-faktor tersebut yang menjadi justifikasi. Pilih sepatu sesuai kebutuhan dan juga kemampuan dalam level of training-nya," tutupnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 5 Serum Wardah untuk Mengurangi Flek Hitam dan Garis Halus pada Kulit Usia 40 Tahun
- Plt Gubri SF Hariyanto Diminta Segera Tetapkan Kepala Dinas Definitif
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Rupiah Makin Jatuh Nilainya, Hampir ke Level Rp 17.000/USD
-
Prabowo Calonkan Keponakannya Untuk Jadi Bos BI
-
Suram! Indonesia Masuk Daftar 27 Negara Terancam Krisis Struktural dan Pengangguran
-
Jelang Kunjungan Prabowo ke Inggris, Trah Sultan HB II Tolak Keras Kerja Sama Strategis! Ada Apa?
-
Siapa Ario Damar? Tokoh Penting Palembang yang Makamnya Kini Dikritik Usai Direvitalisasi
Terkini
-
Uji Coba Persiapan Kompetisi EPA, Kendal Tornado FC Youth Kalahkan FC Bekasi City
-
Jalur Kereta Pantura Lumpuh, KAI Batalkan 23 Perjalanan KA di Semarang Akibat Banjir Pekalongan
-
Waspada! Semarang dan Sebagian Wilayah Jawa Tengah Diprediksi Diguyur Hujan Sedang Hari Ini
-
7 Mobil Bekas Cocok untuk Keluarga Harga Rp120 Jutaan, Nyaman dan Irit Bensin!
-
Viral Petani Kudus Kuras Air Sawah Saat Banjir, Ini Penjelasannya yang Sempat Disalahpahami