SuaraJawaTengah.id - Pernahkah Anda berada ke dalam situasi stok bahan makanan yang disimpan di rumah menumpuk, hingga beberapa produk kualitasnya menurun, dan tidak layak dikonsumsi?
Imbasnya bahan-bahan tersebut akan terbuang dengan sia-sia dan mengakibatkan kerugian berbelanja.
Tentunya hal ini sangat disayangkan, karena bahan makanan merupakan salah satu dari sekian banyak kebutuhan pokok yang perlu dipenuhi dan dikelola dengan baik.
Maka dari itu cermat mengatur dan mengelola terutama pada faktor penyimpanan menjadi ilmu penting yang harus diperhatikan dengan teliti.
Pada dasarnya, untuk mengoptimalkan waktu berbelanja agar lebih praktis, sebagian besar orang memilih membeli beragam kebutuhan bahan dapur dalam jumlah banyak sekaligus.
Tetapi ada yang seringkali terlupakan, bahwa masing-masing bahan makanan itu memiliki karakteristik yang berbeda-beda, sehingga selalu ada komponen-komponen khusus dalam setiap metode penyimpanannya. Baik itu makanan segar, makanan siap saji, hingga bahan makanan pendukung lainnya.
Berikut tips dan trik yang dikutip dari ANTARA pada Rabu (27/7/2022) dapat menjadi solusi dan inspirasi penyimpanan pintar untuk menjaga kesegaran makanan:
1. Membuat Rencana Belanja Mingguan atau Bulanan Secara Baik dan Bijak
Pengelolaan kebutuhan bahan baku perlu diimbangi dengan proses belanja yang cermat. Pertama-tama buat daftar skala prioritas, rencanakan kebutuhan utama apa saja yang diperlukan, produk apa saja yang dapat di beli di bulan berikutnya, dan mengkombinasikan jenis bahan makanan segar dengan jenis bahan makanan jangka panjang sebagai cadangan.
Baca Juga: 7 Bahan Makanan yang Tidak Boleh Disimpan di Kulkas
Jadi, jika sewaktu-waktu kehabisan bahan makanan segar, selalu terdapat persediaan cadangan sebagai solusi efektif.
"Membuat list prioritas dalam berbelanja menurutku adalah salah satu tahap pertama yang paling penting untuk kita susun. Karena itu yang akan menjadi modal untuk kita mengambil step selanjutnya," kata Devina Hermawan saat diskusi daring, Selasa.
"Apalagi kalau misalnya kita masaknya perlu berbagai macam. Berbagai menu. Misalnya ibu rumah tangga yang anaknya umurnya beda-beda. Belum lagi bapaknya seleranya beda. Nah itu kita perencanaannya harus pintar," tambahnya.
Aspek penting lainnya dalam mengatur perencanaan belanja agar lebih optimal adalah dengan memaksimalkan beragam keuntungan melalui promo-promo menarik yang tersedia. Seperti memanfaatkan kampanye Shopee 8.8 Pesta Diskon Supermarket, mulai dari Gratis Ongkir Semua Toko, Beli 2 Pasti Diskon 50%, hingga Tebus Murah 5 Ribu yang mana rangkaian promo belanja ini dapat dinikmati hingga 8 Agustus 2022 mendatang.
2. Kelola Posisi Penempatan dan Suhu yang Sesuai Karakteristik
Prinsipnya tidak semua bahan makanan dapat disimpan di lemari pendingin, namun tidak semua bahan makanan juga dapat disimpan pada rak atau lemari dapur. Intinya ketahui terlebih dahulu karakter masing-masing bahan yang ingin disimpan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp20 Ribu dan Rp10 Ribu di Tangerang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 3 Cara Melihat Data Kepemilikan Saham di Atas 1 Persen: Resmi KSE dan BEI
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 6 Sepatu Lari Lokal Berkualitas Selevel HOKA Ori, Cocok untuk Trail Run
Pilihan
-
Shin Tae-yong Gabung FC Bekasi City, Ini Jabatannya
-
Pelatih Al Nassr: Cristiano Ronaldo Resmi Tinggalkan Arab Saudi
-
WHO: 13 Rumah Sakit di Iran Hancur Dibom Israel dan Amerika Serikat
-
Bahlil Lahadalia: Bagi Golkar, Lailatul Qadar Itu Kalau Kursi Tambah
-
Gedung DPR Dikepung Massa, Tuntut Pembatalan Kerja Sama RI-AS dan Tolak BoP
Terkini
-
BRI Semarang Tebar Berkah Ramadan, Berbagi Makanan Berbuka untuk Pengendara
-
BRI KPR Berikan Kemudahan Akses Pembiayaan untuk Wujudkan Rumah Impian
-
Jateng Bakal Diserbu 17 Juta Pemudik, Gubernur Luthfi Gerak Cepat Amankan Stok Pangan
-
Kegemaran Tingkat Membaca Buku Sleman Turun, Penggunaan Internet Kian Masif Jadi Faktor Utama
-
Pencarian Hari Keempat Korban Banjir Lahar Merapi: Tim SAR Dihadang Tembok Pasir, Hasil Masih Nihil