SuaraJawaTengah.id - Politis PDIP Dewi Tanjung menyoroti gaya bicara Jenderal Ferdy Sambo usai Kadiv Propam Polri nonaktif itu meminta maaf kepada publik, pada Kamis (4/8/2022) pagi.
Melalui unggahan video di akun TikTok @eluotr, Dewi Tanjung tak sungkan meledek gaya bicara Jenderal Ferdy Sambo usai memenuhi panggilan Bareskrim Polri.
"Ini kenapa Ferdy Sambo kalau ngomong harus teriak-teriak. Biasa aja pak lembut aja," buka Dewi Tanjung.
Dewi Tanjung pun kemudian menirukan gaya bicara Ferdy Sambo saat dimintai keterangan oleh sejumlah wartawan.
"Hahaha kayak baca teks Pancasila aja sih bapak," tuturnya.
Lebih lanjut, ia juga menyinggung permasalah polisi tembak polisi yang sampai detik ini belum menemui titik terang.
"Kasus ini lucu-lucu, sih korban pelecehan minta perlindungan. Sedangkan pelakunya Brigadir Joshua kan sudah meninggal,"
"Lalu ada informasi juga Bharada E juga minta perlindungan karena dia diancam. Diancam sama siapa? Sama arwahnya Joshua," herannya.
Lebih lanjut, ia juga tak segan menyebut kasus polisi tembak polisi ini sebagai kasus yang penuh drama di tahun 2022.
Baca Juga: Hindari Debat, Komnas HAM Minta Semua Pihak Tunggu Hasil Autopsi Ulang Brigadir J
"Drama Korea ini drama yang paling luar biasa sepanjang tahun 2022. Kita sangat dihibur sekali oleh drama Korea ala Ferdy Sambo ini," terangnya.
Diakhir video, Dewi Tanjung juga menyentil Jenderal Ferdy Sambo yang mengimbau masyarakat untuk tidak berasumsi liar terkait permasalah tersebut.
"Memang ada larangan masyarakat itu tidak boleh bersuara, menilai, berpendapat kan nggak ada. Malah masyarakat itu dilindungi untuk berpendapat,"
"Makanya pak hati-hatilah bersikap dan berbuat supaya tidak dihujat oleh masyarakat. Jujur aja apa yang sebenarnya terjadi," pungkasnya.
Kontributor : Fitroh Nurikhsan
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
- Deretan Mobil Bekas 80 Jutaan Punya Mesin Awet dan Bandel untuk Pemakaian Lama
- Jadwal M7 Mobile Legends Knockout Terbaru: AE di Upper, ONIC Cuma Punya 1 Nyawa
Pilihan
-
Ekonomi Tak Jelas, Gaji Rendah, Warga Jogja Berjuang untuk Hidup
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
Terkini
-
KPK Geledah Rumah Dinas dan Kantor Bupati Pati Sudewo, Kasus Korupsi Makin Terkuak!
-
Banjir Landa Pantura Pati-Juwana: Hindari Kemacetan dengan Jalur Alternatif Ini!
-
Waspada! Semarang Diguyur Hujan Seharian, BMKG Prediksi Dampak Cuaca Ekstrem Hingga Akhir Januari
-
Mengenal Rumus Segitiga Sembarang dan Cara Menghitung Luasnya
-
Apel Siaga Bulan K3 Nasional, Semen Gresik Tegaskan K3 sebagai Budaya dan Prioritas Utama