SuaraJawaTengah.id - Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan dr. Imran Agus Nurali, Sp.KO memaparkan bahwa menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, sebanyak 95,5 persen orang Indonesia masih kurang mengonsumsi buah dan sayur dengan porsi yang cukup.
"Dari hasil Riskesdas tahun 2018 bahkan dari tiga tahun sebelumnya, masalah kita adalah yang makan sayur dan buah masih relatif rendah, di bawah 10 persen," kata Imran dikutip dari ANTARA pada Minggu (7/8/2022).
Padahal, menurut Imran, kurang mengonsumsi buah dan sayur membuat tubuh menjadi kurang serat sehingga menyebabkan peningkatan angka penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, stroke, penyakit jantung, dan obesitas.
"Ini (kurang makan sayur dan buah) menjadi salah satu penyebab dalam meningkatkan angka penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, stroke, jantung, dan menimbulkan obesitas juga karena kurang serat," ujar Imran.
Menurut Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogor Prof. Dr. Ir. Dodik Briawan, MCN, ada beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya angka konsumsi buah dan sayur di masyarakat.
"Dari berbagai survei yang dilakukan di berbagai negara, kalau masyarakat kita punya persepsi makan itu kenyang, tanpa memperhatikan komposisi, seperti harus ada sayur dan buah itu kadang-kadang lupa," papar Dodik.
Faktor lainnya, lanjut Dodik adalah akses masyarakat terhadap ketersediaan buah di sekitar tempat tinggalnya. Selain itu, menyiapkan buah di meja makan dinilai tidak semudah menyiapkan lauk pauk karena buah harus segera dihabiskan setelah dikupas. Begitu juga dengan sayur yang sebaiknya segera dihabiskan setelah dimasak.
Tak hanya itu, menurut Dodik, rasa dan tekstur buah yang beraneka ragam tak selalu bisa diterima oleh lidah setiap orang terutama anak-anak.
"Kalau rasanya asam atau teksturnya kasar, enggak mau makan. Itu permasalahannya mengapa tingkat konsumsinya rendah," imbuh Dodik.
Baca Juga: Podcast On The Go: Konsumsi Buah Berkualitas Bukan hanya soal Selera
Untuk itu, Dodik menyarankan setiap keluarga perlu meningkatkan kreativitas agar setiap anggota keluarga terutama anak-anak bisa lebih semangat mengonsumsi buah. Misalnya, dengan membuat kreasi seperti salad hingga jus.
"Di Indonesia ini banyak sekali buah sehingga keluarga punya banyak pilihan. Perlu kreativitas terutama ibu-ibu agar buah bisa lebih diterima anak, terutama anak yang kurang suka asam dan tekstur yang banyak seratnya," imbuh Dodik.
Sementara itu, Imran mengatakan pemerintah juga terus melakukan upaya untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya mengonsumsi buah dan sayur yaitu melalui program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).
Salah satu yang digalakkan dalam program tersebut adalah edukasi tentang gizi sehat dan seimbang termasuk di antaranya mengonsumsi buah dan sayur yang cukup dan mengurangi garam, gula, dan lemak.
"Kemudian ada Isi Piringku. Karbohidrat seperti nasi dan roti jangan full satu piring. Diameter piring maksimal 20 cm, nasinya kurang lebih 2 per 6 piring. Kemudian banyak buah dan sayur untuk memenuhi vitamin dan mineral, serat juga," tutup Imran.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Jawa Tengah Garap Potensi Desa: Kunci Pembangunan Nasional dan Indonesia Emas
-
Syafiq Ali Pendaki Hilang di Gunung Slamet Ditemukan Tewas, akan Dimakamkan Disebelah Pusara Nenek
-
Menguak Warisan Kekayaan Mohammad Reza Pahlavi: Dari Minyak hingga Kerajaan Bisnis Global
-
10 Fakta Gunung Slamet yang Mengerikan, Penyebab Pendaki Syafiq Ridhan Ali Razan Hilang Misterius
-
Fakta-fakta Mengejutkan Reza Pahlavi, Sosok yang Ingin Gulingkan Rezim Iran