Scroll untuk membaca artikel
Budi Arista Romadhoni
Rabu, 10 Agustus 2022 | 11:37 WIB
Tangkapan layar video Habib Bahar bin Smith soal menyindir kasus Pembunuhan Brigadir J. [Twitter]

SuaraJawaTengah.id - Habib Bahar bin Smith menyebut kejadian Brigadir J merupakan balasan dari Allah kepada lembaga kepolisian atas kejadian terbunuhnya 6 anggota laskar FPI di KM 50.

Bahar sangat yakin apa yang disampaikannya itu adalah kebenaran, ia melihat beberapa pola kejadian antara KM 50 dan Kematian Brigadir J memiliki kemiripan.

Mulai dari hilangnya bukti cctv sampai konfrensi pers yang menurut Bahar berisi kebongongan.

"Mereka berusaha menutupi KM 50, Allah balas pesis semuanya, cctv mati, konfrensi pers polisi isinya bohong semua," katanya dalam video yang diunggah oleh akun twitter @z4r4n dikutip pada Rabu (10/8/2022).

Baca Juga: Ibu Brigadir J Syok Saat Nonton TV, Anaknya Ternyata Ditembak Suruhan Irjen Ferdy Sambo

"Sedangkan konferensi pers tentang kasus Brigadir J meninggal itu isinya bohong, semua terungkap saat Bharada E mengakui hal tersebut," lanjutnya.

Oleh karena itu Bahar semakin yakin bahwa 6 laskar FPI yang ditemukan meninggal di KM 50, mereka semua dibunuh.

"Dan saya tetap pada prinsip saya, dan saya akan selalu menyampaikan kebenaran, saya tidak bersalah maka dari yang saya sampaikan benar adanya, 6 laskar dibantai disiksa dengan biadab," tegasnya.

 Sontak saja video itu pun menuai bergam komentar dari warganet.

"Har, kan katanya yang 6 orang yang mati itu syuhada har? Sudah di jemput 72 bidadari, ngapain luh sangkut pautkan dengan kasus Brigadir J," ucap akun @*****77.

Baca Juga: Ibu Brigadir J Syok Anaknya Ternyata Dibunuh Irjen Ferdy Sambo

"Perkara ketemu mak lampir atau bidadari, bukan itu, toh Bharada J juga sudah ketemu bapa di surga dan damai disana, knp diusut,? soal menghilangkan nyawa orang lain itu yang jadi masalahnya wahai dungu," jawab akun @*****d4.

Load More