Scroll untuk membaca artikel
Budi Arista Romadhoni
Rabu, 10 Agustus 2022 | 17:31 WIB
Ilustrasi Covid-19. Pasien Covid berusia 7 tahun yang meninggal di Kota Magelang, diperkirakan belum menerima vaksin. Pasien menderita komorbid sehingga belum memenuhi syarat untuk divaksin. (Pexels.com/Edward Jenner)

Kasus meninggalnya pasien anak Covid ini diperkirakan sebagai kasus pertama yang terjadi di Kota Magelang. Terutama setelah Kota Magelang sekian waktu sama sekali tidak terdapat kasus penularan Covid.

"Sepertinya selama ini Kota Magelang belum ada ya (kasus pasien anak-anak meninggal Covid). Kalau saya ingat. Dulu kasus anak-anak ada tapi tidak sampai meninggal sepertinya."

Kasus penularan Covid terhadap anak menyebabkan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) meminta pemerintah daerah menghentikan pembelajaran tatap muka.

Menurut Sekretaris IDAI Jawa Tengah, Choirul Anam, menghentikan pembelajaran tatap muka (PTM) untuk mengantisipasi penularan Covid-19 pada anak.

Baca Juga: COVID-19 Belum Tuntas Melanda, Toyota Hentikan Produksi Sementara

Dia menambahkan, jumlah kasus penularan Covid-19 pada anak bertambah signifikan sejak dimulainya tahun ajaran baru. IDAI mencatat sejak Juli 2022, sebanyak 20 anak di Jateng terkonfirmasi Covid.  

Selain menghentikan sementara pembelajaran tatap muka, IDAI juga meminta percepatan vaksin dosis 1 dan 2 kepada anak-anak perlu segera dilakukan.

Kontributor : Angga Haksoro Ardi

Load More