- Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman dan pejabat Pemkab dibawa KPK dari Polresta Banyumas menuju Jakarta.
- Rombongan pejabat penting Pemkab Cilacap ini diduga terkait dugaan penerimaan proyek di Kabupaten Cilacap.
- Mereka meninggalkan Markas Polresta Banyumas menuju Stasiun Purwokerto untuk melanjutkan perjalanan dengan Kereta Api Purwojaya.
SuaraJawaTengah.id - Malam Jumat yang mencekam di Markas Polresta Banyumas menjadi saksi bisu kelanjutan operasi senyap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman (SAR), yang baru saja terjaring operasi tangkap tangan (OTT), beserta sejumlah pejabat teras Pemerintah Kabupaten Cilacap, akhirnya dibawa tim penyidik KPK menuju Jakarta.
Perjalanan ini bukan dengan mobil dinas, melainkan menggunakan kereta api, menambah dramatisasi penangkapan seorang kepala daerah.
Sekitar pukul 21.05 WIB, Syamsul Auliya Rachman, yang mengenakan masker putih, terlihat keluar dari Gedung Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Banyumas.
Ia disusul oleh rombongan pejabat Pemkab Cilacap dan para penyidik KPK. Raut wajah mereka tegang, dan tak ada sepatah kata pun terucap saat dicecar pertanyaan oleh awak media.
Mereka langsung bergegas menuju beberapa mobil minibus yang telah disiapkan di halaman gedung, kemudian iring-iringan kendaraan itu melesat meninggalkan Markas Polresta Banyumas menuju Stasiun Purwokerto.
Sesampainya di Stasiun Purwokerto, rombongan tersebut langsung diarahkan masuk ke Ruang Tunggu VIP. Mereka menunggu keberangkatan Kereta Api Purwojaya tujuan Jakarta Gambir yang dijadwalkan pukul 21.37 WIB.
Pemandangan ini menjadi sorotan, mengingat seorang bupati dan jajarannya harus menempuh perjalanan ke ibu kota dengan pengawalan ketat KPK, mengindikasikan seriusnya dugaan tindak pidana korupsi yang mereka hadapi.
Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan bahwa selain Sekretaris Daerah Cilacap, beberapa pejabat penting yang turut serta dalam rombongan menuju Jakarta antara lain Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Asisten Administrasi Umum, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air.
Baca Juga: Seret Nama Gubernur di Pusaran OTT, Ahmad Luthfi Ungkap Fakta Pertemuan dengan Fadia A Rafiq
Kehadiran begitu banyak pejabat eselon tinggi ini mengisyaratkan bahwa dugaan korupsi yang menjerat Bupati Syamsul mungkin melibatkan jaringan yang lebih luas di lingkungan Pemkab Cilacap.
Sebelum rombongan Bupati Syamsul bertolak ke Jakarta, Sekretaris DPRD Kabupaten Cilacap, Basuki Priyo Nugroho, sempat mendatangi Gedung Satreskrim sekitar pukul 19.00 WIB. Namun, ia keluar pada pukul 20.45 WIB dan menolak memberikan komentar kepada wartawan. Basuki mengaku baru saja melaksanakan dinas luar kota dan hanya berada di lantai 1 Gedung Satreskrim, tanpa bertemu dengan Bupati Syamsul maupun penyidik KPK.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa OTT ini terkait dugaan penerimaan dari proyek-proyek di Kabupaten Cilacap. "Diduga ada penerimaan yang diterima oleh pihak bupati berkaitan dengan proyek-proyek yang ada di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah,” ujar Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (13/3). KPK kini memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum Bupati Syamsul dan 26 orang lainnya. Drama penangkapan dan perjalanan malam menuju Jakarta ini menjadi babak baru dalam upaya KPK membongkar dugaan korupsi yang merugikan keuangan negara di daerah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
BRI Gandeng Yakult Lady: Digitalisasi Transaksi UMKM dan Dukungan Kesejahteraan Melalui QRIS
-
BRI Siaga Lebaran 2026: Kantor Cabang, BRImo, hingga Agen BRILink Siap Layani Nasabah
-
Pegadaian Championship: Jaga Atmosfer Kompetisi, Kendal Tornado FC Jamu Persibangga
-
OTT Bupati Cilacap: Syamsul Auliya Rachman dan 26 Orang Diduga Terkait Proyek Daerah!
-
Bupati Cilacap Terjaring OTT KPK: Harta Kekayaan Rp12 Miliar Jadi Sorotan