SuaraJawaTengah.id - Saham gorengan adalah salah satu permainan saham yang Anda harus hindari. Dalam jangka panjang, Anda akan merugi karena saham gorengan ini.
Secara garis besar pengertian saham gorengan adalah jenis saham yang pada saat dibeli akan memberikan kerugian dalam jangka pendek, namun tidak lama kemudian jenis saham ini bisa berbalik nak dan memberikan keuntungan bagi investor dengan nilai imbal balik yang cukup bagus.
Saham gorengan ini sering dimainkan oleh bandar saham.
Berikut ini ciri-ciri saham gorengan dikutip dari uin-suska.ac.id:
1. Saham gorengan ini tidak likuid
Kapitalisai pasarnya kecil, tidak banyak terdapat aktivitas jual beli saham. Saham-saham yang tidak likuid akan lebih mudah dipermainkan oleh bandar.
2. Harga saham pada saham gorengan ini relatif rendah
Semakin kecil harga saham, semakin kecil pula dana yang dibutuhkan untuk membeli saham. Kemungkinan besar, dan seringkali terbukti saham-saham yang dikendalikan oleh bandar justru adalah saham-saham yang harganya rendah, bahkan saham yang harga nya sekitar 50 akan kerap mudah menjadi incaran bandar.
3. Harga saham cenderung rendah tidak selalu saham gorengan
Baca Juga: Selasa Pagi IHSG Dibuka Menguat 0,30 Persen ke Level 7.114
Harga saham yang agak tinggi, bisa juga adalah saham gorengan. Namun, secara umum saham gorengan adalah saham-saham yang harganya rendah/murah.
4. Kebanyakan emiten pada saham gorengan bermasalah
Emiten mengalami masalah utang, track record direksi yang buruk, kebakaran pabrik dan lain-lain. Emiten yang bermasalah biasanya harga sahamnya cenderung turun drastis.
Demikian penjelasan saham gorengan adalah hal yang harus dihindari.
Berita Terkait
-
IHSG Melonjak 7,38% Sepekan, Asing Jual Bersih Sentuh Rp67 T Sepanjang Tahun
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media (DIGI) Melonjak 45,1% di 2025, Siapkan Ekspansi Bisnis AI
-
BRI: Stabilitas Pasar Terjaga, Komitmen Jaga Kinerja dan Nilai Jangka Panjang Pemegang Saham
-
BRI Siapkan Buyback Saham hingga Rp500 Miliar, Tunjukkan Keyakinan pada Prospek Jangka Panjang
-
IHSG Tembus Level 6.000, DSSA dan BUMi Jadi Jagoan
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Di Tengah Tekanan Global, Mal Baru Bermunculan di Jateng
-
Jangan Tunggu Hutan Terbakar, Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Pemerintah Siaga Karhutla Hadapi El Nino
-
Saat Hujan Turun, Siswa SMAN 1 Cepu Terpaksa Geser Meja di Tengah Pelajaran Akibat Atap Bocor
-
Dendam Lama Berujung Teror, Eks Napi Bakar Dua Rumah di Demak dalam Semalam
-
BRI Gelar Buyback Fluktuatif Rp500 Miliar, Optimistis Fundamental Tetap Kuat