SuaraJawaTengah.id - Sebuah bangunan sekolah dasar (SD) di Kabupaten Brebes kondisinya mengalami kerusakan tanpa ada perbaikan selama dua tahun.
Para siswa terpaksa bergantian masuk sekolah dan belajar di musala karena ruang kelas yang rusak sudah tak bisa digunakan.
Sekolah tersebut yakni SDN Sridadi 01. Lokasi sekolah ini berada di Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog.
Dari enam kelas yang ada di sekolah tersebut, empat di antaranya kondisinya rusak, bahkan dua di antaranya sudah tak bisa dipakai karena kerusakannya sudah parah dan membahayakan siswa dan guru. Kerusakan terjadi pada bagian dinding dan lantai.
Kondisi dinding tampak mengelamai keretakan cukup lebar dan miring hingga rawan roboh. Sedangkan lantai berupa keramik kondisinya pecah-pecah dan berlubang.
Kepala SDN Sridadi 01 Samsudin mengungkapkan, kerusakan sudah terjadi sejak dua tahun lalu. Kerusakan bertambah parah selama enam bulan terakhir karena kondisi tanah di wilayah setempat yang labil.
"Pertama yang rusak satu, kemudian bertambah jadi empat. Dua di antaranya sudah tidak bisa dipakai sama sekali untuk KBM (kegiatan beajar mengajar). Total yang masih dipakai empat kelas, tapi yang dua juga terpaksa dipakai karena tidak ada ruang lagi," ujarnya, Rabu (24/8/2022).
Dengan kondisi tersebut, Samsudin menyebut para siswa yang total berjumlah 110 anak terpaksa bergantian dalam menggunakan ruang kelas untuk KBM. Sebagian siswa juga ada yang belajar di musala.
"Siswa terpaksa shift-shift-an masuknya dan ada yang belajar di musala karena tidak ada ruang lagi yang bisa dipakai untuk KBM," kata dia.
Menurut Samsudin, dinas terkait sudah mengetahui adanya kerusakan bangunan tersebut. Beberapa kali dinas juga datang ke sekolah untuk melihat secara langsung kondisi kerusakan.
Meski demikian, belum pernah ada langkah perbaikan yang dilakukan. Pihak sekolah pun hanya bisa menunggu.
"Dari pemerintah sudah ke sini bolak-balik. Tapi masih nunggu kapan (perbaikan). Saya harap secepatnya karena ini untuk KBM. Ini darurat," ujarnya.
Sub Koordinator Kelembagaan dan Sarpras Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Brebes, Tasripin mengatakan anggaran perbaikan bangunan SDN Sridadi 01 diperkirakan baru bisa diusulkan pada 2024.
Sebab usulan Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan tahun 2023 sudah tak bisa diajukan ke pemerintah pusat.
"Usulan penerima DAK 2023 sudah ditutup sejak Februari, jadi tidak bisa diajukan," jelasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Curhat Pilu Anak Ungkap Uang Biaya Sekolah Ditilap Ibu Sendiri, Padahal Seragam Pakai Bekas Milik Tetangga
-
Pegiat Sosial Media Tanggapi Foto Viral Brigadir J Setrika Baju: Polisi Dipekerjakan Sebagai Pembantu Jenderal
-
Duh! Kelakuan Bejat Kepala Sekolah di Purbalingga, Sodomi Muridnya yang Berusia 14 Tahun
Terpopuler
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Kiai Sahal Gontor ke Prabowo: Saya Ngomong Agak Tidak Enak, Sorry ye...
- Sah Nikahi Amanda Rigby, Ramalan Lama Hard Gumay Tentang Asmara Andre Taulany Jadi Kenyataan?
- Erin Taulany Klarifikasi Soal Komentar Hamil Duluan: Sumpah Demi Allah Akun Saya Dibajak
- Media Israel Sindir Presiden Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak Free Palestina
Pilihan
-
116 Orang Masih Dicari, Satu Lagi Korban KM Virgo 8 Ditemukan Nelayan
-
Siswa SD Tewas Tersedak Menu MBG, JPPI Soroti SOP Keamanan Makanan hingga Penanganan Darurat
-
MBG Makan Korban Lagi, Siswa SD Lampung Meninggal Tersedak Menu Kelengkeng
-
Miras Oplosan Tewaskan 4 Orang di Cianjur, 2 Korban Masih Kritis
-
Tangis Ibrahim al-Madani Saat Pertama Azan di Masjidil Haram, Sang Muazin Tutup Usia di 51 Tahun
Terkini
-
Pemprov Targetkan Angka Kemiskinan Jateng Turun Menjadi 8,70 Persen di Akhir 2026
-
7 Tips Menikmati Perjalanan Kereta Malam Antar Kota
-
Tips Kelola Budget Nonton Pestapora 2026 Pakai Cicilan 0% BRI
-
KPK Terus Dalami Dugaan Titip-Menitip Mahasiswa di Unsoed
-
Terancam Produk Impor, Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Pemerintah Turun Tangan Selamatkan Hasil Panen