SuaraJawaTengah.id - Psikolog Mulyana Brata Manggala mengatakan penanaman disiplin terhadap anak dengan cara kekerasan dan cara-cara yang merendahkan martabatnya harus ditinggalkan.
"Agar tujuan pendidikan itu tercapai, maka pendidikan harus dilakukan dengan cara-cara yang menghormati harkat martabat kemanusiaan anak atau siswa," kata Brata dikutip dari ANTARA Kamis (25/8/2022).
Untuk itu, pihaknya menegaskan cara-cara mendisiplinkan anak dengan menjemur anak di lapangan atau meminta anak membersihkan toilet, harus ditinggalkan.
Hal ini karena anak harus dilindungi. "Anak masih dalam proses tumbuh dan berkembang," katanya.
Sehingga jika hal-hal traumatis dirasakan anak semasa kecil bisa mempengaruhi sikap dan tingkah lakunya ketika dewasa.
Untuk itu penerapan disiplin harus dilakukan secara positif.
Brata menambahkan sekolah perlu melakukan tindakan pencegahan terhadap terjadinya kekerasan, yang meliputi penerapan pendidikan tanpa kekerasan, menciptakan lingkungan ramah anak, melaporkan bila terjadi kekerasan dan menyusun prosedur operasi standar pencegahan, termasuk kebijakan perlindungan anak, asesmen risiko dan kode etik.
"Menciptakan lingkungan ramah anak perlu melibatkan anak. Seperti membuat aturan kelas bersama. Ketika anak dilibatkan, biasanya anak-anak akan lebih komitmen untuk mengikuti aturan," katanya.
Selain itu, dengan membentuk tim pencegahan yang terdiri atas kepala sekolah, guru, siswa dan orang tua.
Baca Juga: Bharada E Dapat Pendampingan Psikolog, Kuasa Hukum sebut Kliennya Tak Memiliki Niat Bunuh Brigadir J
"Kemudian memasang papan info aduan," katanya.
Sekolah juga perlu menjalin kerja sama dengan beberapa pihak seperti psikolog, psikiater, kepolisian, tokoh agama dan pekerja sosial.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Helikopter Penerbad Mi-17 Jatuh Saat Padamkan Karhutla di Pematang Limau, Dua Personel Hilang
-
Hanya Sebulan di Istana, Presiden Prabowo Pecat Listyo Sigit Prabowo
-
Tersandung Skandal Penyadapan, Prabowo Pecat Listyo Sigit dari KSP dan Tunjuk Letjen Ariyo Jadi Plt
-
Nusron Wahid Diperiksa KPK Terkait Suap HGB
-
Konser Andrea Bocelli di JIExpo Ricuh: Massa Bakar Pembatas Jalan, Wartawan Terhantam Batu
Terkini
-
Anak Rentan jadi Target Utama Perekrutan Kelompok Radikal di Ruang Digital
-
Asian Games 2026 Ungkap Potensi Atlet Indonesia, Sistem Pembinaan Jadi Pekerjaan Rumah
-
Semen Gresik Kembali Ukir Prestasi, Borong 2 Penghargaan TOP Human Capital Awards 2026
-
Ungkap Penyebab Kematian Atlet Porprov, Polisi Tunggu Persetujuan Keluarga untuk Ekshumasi
-
Aliansi Anak Kampung Desak Polri Buka SP3 Denny Indrayana, Pertanyakan Dugaan Kerugian Negara