SuaraJawaTengah.id - Asosiasi Pedagang Pasar Rejowinangun, Kota Magelang, menunggu kepastian kenaikan harga BBM malam nanti. Harga kebutuhan harian di pasar otomatis naik mengikuti besaran kenaikan harga bahan bakar minyak.
Menurut Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Rejowinangun, Nasirudin Hadi, kenaikan harga BBM otomatis mempengaruhi harga kebutuhan pokok. Sebab kenaikan harga bensin berpotensi besar menyebabkan inflasi.
“Biasanya inflasi itu semua akan mengikuti. Tidak akan berhenti. Semua harga barang pasti naik,” kata Nasirudin Hadi usai sosialisasi registrasi konsumen Pertalite dan solar bersubsidi, Rabu (31/8/2022).
Hingga saat ini pedagang pasar Rejowinangun menunggu kepastian kenaikan harga BBM yang dikabarkan akan dilakukan pemerinth hari ini pukul 00.00 WIB.
“Kalau memang keputusan pemerintah untuk BBM naik ya biar saja naik. Toh dampaknya yang merasakan semua masyarakat,” jelasnya
Menurut Nasirudin Hadi, sejauh ini belum ada keluhan pedagang terkait rencana kenaikan harga BBM. Harga di pasar masih normal, belum terjadi kenaikan harga signifikan.
“Tapi bayangnnya kalau nanti ada kenaikan pasti pedagang mengeluh. Jika jadi naik (harga BBM), pasti diikuti oleh harga di pasar semuanya,” ujar Nasirudin Hadi.
Rencana kenaikan harga BBM, seperti permainan bola sodok akan berdampak ke banyak sektor. Solusi menaikan harga kebutuhan pokok juga perlahan akan merugikan pedagang.
Sebab jika harga naik, otomatis permintaan barang berkurang yang ujungnya pedagang harus kembali menurunkan harga. Pedagang merugi sebab biaya belanja untuk angkutan telanjur membengkak.
Baca Juga: Pengamat Minta Pemerintah Lakukan Pengawasan Sebaik Mungkin Terkait Pengalihan Subsidi BBM
“Risikonya kalau barang tidak laku pedagang harus kembali turun harga. Padahal ini pasti harga kebutuhan harian akan naik. Harga pakaian naik, semuanya naik,” paparnya.
Berdasarkan pantauan SuaraJawaTengah.id di SPBU Cacaban, Kota Magelang, antrean kendaraan mengisi Pertalite tampak padat. Puluhan motor antre sekitar 30 meter dari mesin pompa pengisian bensin.
Indah salah satu konsumen mengaku keberatan jika harga Pertalite naik dari Rp7.650 menjadi Rp10 ribu per liter. Sebagai warga Kota Magelang yang bekerja di perbatasan Wonosobo, dia mengandalkan motor sebagai moda transportasi.
“Kalau naik sampai Rp10 ribu ya keberatan. Untuk laju saya setiap hari kan harus isi bensin. Kalau bisa naik jangan banyak-banyak. Ya naik Rp1.000 saja,” kata Indah.
Setiap hari Indah paling sedikit menghabiskan biaya Rp10 ribu untuk membeli bensin. Kenaikan bensin sekitar Rp2.350 per liter memberatkan para pekerja yang harus menempuh perjalanan jauh. “Tiap hari saya laju dari sini sampai perbatasan Wonosobo,” tegasnya.
Kontributor : Angga Haksoro Ardi
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Jawa Tengah Garap Potensi Desa: Kunci Pembangunan Nasional dan Indonesia Emas
-
Syafiq Ali Pendaki Hilang di Gunung Slamet Ditemukan Tewas, akan Dimakamkan Disebelah Pusara Nenek
-
Menguak Warisan Kekayaan Mohammad Reza Pahlavi: Dari Minyak hingga Kerajaan Bisnis Global
-
10 Fakta Gunung Slamet yang Mengerikan, Penyebab Pendaki Syafiq Ridhan Ali Razan Hilang Misterius
-
Fakta-fakta Mengejutkan Reza Pahlavi, Sosok yang Ingin Gulingkan Rezim Iran